Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode

Ubah Sampah Jadi Pundi Rupiah, Yuk Nabung di Bank Sampah

  • calendar_month Jum, 18 Sep 2020

“Masyarakat bisa mulai memilah sampah rumah tangga di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang dimana sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, bisa disetor ke bank sampah induk. Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual yang secara tidak langsung juga dapat berdampak pada meningkatnya taraf ekonomi masyarakat. Untuk harga nilai jualnya masing-masing, misalnya saja sampah plastik mulai dari Rp300-Rp2.000 per kilogram, sampah botol mulai dari Rp100-Rp800, kertas-kertas mulai dari Rp700-Rp1.600 per kg, sampah berupa bahan atom, besi, aluminium juga bisa ditabung dan dijual di Bank Sampah Induk Kota Pekalongan,” papar Yuli.

Ia menambahkan, dalam peringatan WCD 2020, Bank Sampah Induk Kota Pekalongan turut berpartisipasi mengajak masyarakat untuk mulai sadar memilah sampah mulai dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban atau volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dalam peringatan WCD Tahun 2020 yang digelar hari ini, kami berpartisipasi dalam menggelar lomba mengumpulkan dan memilah sampah, bagi individu, instansi maupun kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah terberat kami berikan doorprize. Di tengah-tengah acara peringatan WCD saja, alhamdulillah banyak sekali yang berpartisipasi dan sampah yang berhasil dikumpulkan kurang lebih 0,5 ton sampah. Mudah-mudahan aksi ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, namun bisa berkelanjutan. Masyarakat bisa terus memilah sampahnya dari rumah kemudian bisa secara kelompok atau individu untuk menjual atau menabung ke Bank Sampah Induk Kota Pekalongan yang berlokasikan di Kelurahan Kuripan Kertoharjo,” kata Yuli.

Bagikan Ke Teman
  • Penulis: puskapik

Rekomendasi Untuk Anda

error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!
expand_less