Di Brebes, Tiga Balita Diserang Kera Liar

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – Dalam dua pekan ini tiga balita di Dukuh Kracak, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, dierang kera liar.

Informasi yang dihimpun, Kamis 16 Juli 2020, menyebut, tiga balita ini masing masing Dewi Ila Misdaeni (5) anak dari Wasin (30) dan Tia Kartika (24). Anak ini diserang pada Jumat dua pekan lalu saat sedang bernaim di depan rumah tanpa pengawasan orang tua. Akibatnya dia mengalami luka cakar dan gigitan di punggung dan leher.

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

Tidak lama, Putra (1,5) anak pasangan Dadang (27) dan Karmila (25) mengalami hal sama. Dadang menuturkan, Putra diserang kera liar ini pada Kamis 16 Julo 2020.

Kera liar berjenis kelamin jantan ini kerap muncul secara tiba tiba di tengah pemukiman warga. Mereka mengincar anak anak yang tengah bermain tanpa pengawasan orang tua. Bahkan kera ini juga sering masuk rumah yang di dalamnya ada anak balita.

Dalam dua pekan terakhir, kera liar ini sudah melukai 3 balita. Rata rata mereka menderita luka robek akibat cakaran dan luka gigitan.

“Kejadian sekitar pukul 14.00. Anak saya berada di dalam rumah dan istri lagi di belakang. Anak berada di dekat pintu tapi di situ ada lubang kecil. Jadi meski pintu rumah dikunci tapi tangan kera ini bisa masuk dan menarik kakinya hingga keluar dari lubang,” kata Dadang Kamis 16 Juli 2020 siang.

Akibat insiden ini, Putra mengalami luka robek di jari jari kaki. Tim medis terpaksa menjahit luka lukanya sebanyak 4 jahitan.

Serangan terakhir menimpa Revalina Putri (4) anak dari Carma (39) dan Royanah (44). Menurut Royanah, Revalina sedang bermain tanah di depan rumah.

“Saya sempat nemenin dia main, karena takut kalau ditinggal sendirian. Terus saya tinggal sebentar buat matiin kompor, tahu tahu anak saya lagi dicakar cakar. Badannya kera lebih besar dari anak saya. Anak saya posisi dibawah kaki kera dan dicakar sampai luka luka,” beber Royanah.

Kera baru melarikan diri setelah warga berdatangan membawa kayu dan senjata. Akibat kejadian ini, bagian bokong Revalina mengalami luka sobek sepanjang 7 cm. Selain itu, punggung anak ini penuh dengan luka cakar juga bagian leher.

Oleh warga, balita ini dilarikan ke RSUD Brebes. Tim medis menjahit luka di bokong ini hingga 8 jahitan.

Kini keberadaan kera ini benar benar menghantui warga. Mereka tidak berani keluar rumah bila kondisi kampung sepi. Datem (50) mengaku, anaknya nyaris menjadi korban saat akan berangkat mengaji pukul 13.30 beberapa hari lalu. Saat keluar dari rumah, anaknya ini dihadang kera dan langsung menyerangnya.

Sambil berlari masuk kembali ke dalam rumah, si anak berteriak minta tolong. Dengan membawa cangkul dan kayu, Datem berusaha sebisa mungkin mengusir kera ini. Namun bukannya kabur, kera ini justru berbalik menyerangnya.

“Padahal saya bawa kayu dan cangkul tapi keranya malah mau menyerang saya. Saya teriak minta tolongdan orang orang pada datang, baru kera lari ke pohon,” tuturnya.

Ditemui di Kantor Desa Malahayu, Kusworo, salah satu kepala dusun membenarkan adanya teror kera. Pihak desa, kata Kusworo sudah berupaya menangkap binatang itu, namun tidak berhasil. Termasuk mendatangkan petugas Damkar dan para pemburu untuk menangkap binatang tersebut.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan