Open post

Penyelidikan Kasus Dugaan Pelanggaran Camat di Tegal Segera Memasuki Babak Baru

PUSKAPIK.COM, Slawi – Penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan 15 camat di Kabupaten Tegal terus bergulir. Penyidik Satreskrim Polres Tegal akan segera melakukan gelar perkara kasus yang sempat viral tersebut.

“Kami akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat, untuk menentukan status perkara,” kata Kasat Reskrim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya, kepada puskapik.com, Rabu siang, 11 Agustus 2021.

Dewa mengungkapkan, pihaknya telah memintai keterangan pihak satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, terkait kegiatan 15 orang camat dari perspektif protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19.

“Sejauh ini sudah ada 18 orang yang telah dimintai keterangan dalam rangka penyelidikan,” kata Dewa.

Ia menambahkan, tim Satreskrim Polres Tegal juga sudah mengecek kondisi di Kantor Kecamatan Slawi, yang diduga dijadikan tempat sesi foto dan berkaraoke oleh 15 orang camat.

“Pengecekan di kantor Kecamatan Slawi sudah kami lakukan untuk keperluan penyelidikan,” kata Dewa.

Ditanya soal gelar perkara, Dewa menjelaskan, gelar perkara dilakukan dalam rangka tindak lanjut dari upaya penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Jadi penyelidikan itu bertujuan untuk mencari tahu serta menemukan peristiwa yang diduga memiliki unsur pidana untuk menentukan perlu atau tidaknya dilakukan penyidikan, sesuai ketentuan yang diatur dalam Pasal 1 Nomor 5 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,” kata Dewa.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Faisal M

Open post

Air Sumur di Tegal Tiba-Tiba Keluarkan Uap dan Terasa Panas

TEGAL (PUSKAPIK) – Fenomena aneh terjadi di Desa Grobog Wetan, RT 02/ RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin (6/1/2020) siang. Air sumur milik salah satu warga setempat mendadak viral karena mengeluarkan uap hingga airnya terasa panas.

Pemilik sumur, Muntofik (65) dan Tohayah (60) menuturkan, air sumurnya diketahui menjadi panas sejak 10 hari belakangan. Keduanya belum mengetahui pasti penyebab terjadinya peristiwa langka tersebut.

Muntofik bersama beberapa anggota keluarganya mengaku masih memanfaatkan air sumur tersebut karena tidak ada sumber air lagi yang bisa digunakan. Kejadian aneh itu juga telah dilaporkan kepada perangkat desa setempat.

Tohayah menceritakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya akan menggunakan kamar mandi. Tiba-tiba, dirinya melihat kepulan asap putih di dekat sumur. Dikira putung rokok, setelah didekati ternyata asap tersebut bersumber dari dalam sumur.

“Begitu lempeng (penutup sumur) dibuka, asapnya semakin banyak. Saya pikir, rokok siapa yang dibuang di sumur. Lalu saya panggil menantu saya untuk memeriksa,” tutur Tohayah, Senin (6/1/2020) siang.

Setelah dicek, lanjut Tohayah, air sumur bagian atas mendidih hingga mengeluarkan uap. Namun, air bagian bawah tetap seperti air biasa. Sebab, untuk kebutuhan sehari-hari, keluarganya menggunakan air dengan dibantu mesin pompa air.

“Kalau pakai pompa airnya dingin. Tetapi jika diambil dengan cara menimba menggunakan ember, airnya panas sekali,” ungkapnya.

Tohayah juga sempat memeriksa kondisi dua sumur tetangganya. Namun, dia tidak mendapati hal yang sama di dua sumur milik tetangganya itu.

Hal yang sama dikatakan Muntofik. Sumur dengan kedalaman 12 meter tersebut hanya bisa dimanfaatkan apabila diambil menggunakan mesin pompa. Namun, jika diambil menggunakan ember, maka akan terasa panas, layaknya air mendidih yang baru selesai dimasak.

Mulanya sumur itu hanya memiliki kedalaman delapan meter. Karena tak mengeluarkan air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, Muntofik berinisiatif mengebor dengan menambah kedalaman empat meter.

“Karena kering, saya bor lagi hingga 12 meter, baru keluar air. Tetapi ini aneh, tahun-tahun lalu tidak pernah kejadian seperti ini,” kata Muntofik. (WIJ)

Scroll to top