Open post

Heboh, Keraton Agung Sejagat Muncul di Purworejo

PURWOREJO (PUSKAPIK) – Sebuah kerajaan bernama Keraton Agung Sejagat muncul di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kemunculan kerajaan ini sangat mengagetkan, apalagi wilayah kekuasaannya mencakup seluruh dunia.

Istana Keraton Agung Sejagat berbentuk semacam pendopo yang belum selesai dibangun. Di sebelah utara terdapat kolam (sendang) yang sangat disakralkan. Sebuah prasasti bertuliskan huruf Jawa ada di kawasan Istana, di mana kanan kirinya terdapat tanda dua telapak kaki dan semacam simbol. Oleh pihak Keraton disebut Prasasti 1 Bumi Mataram.

Keberadaan Keraton Agung Sejagat viral di dunia maya setelah mereka menggelar wilujengan dan kirab budaya selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (10-12/1/2020). Kerajaan ini dipimpin seseorang Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Sebagai permaisuri adalah Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Pengikut Keraton Agung Sejagat saat ini telah mencapai sekitar 450 orang.

Tersebarnya kabar keberadaan Keraton Agung Sejagat langsung direspons Sinuwun dengan mengundang awak media, Senin (13/1/2020). Dalam konferensi pers di ruang sidang keraton, Sinuwun didampingi Kanjeng Ratu lengkap dengan pakaian kebesarannya masing-masing. Para pengikut juga mengenakan seragam berupa setelan warna hitam, lengkap dengan topi dan selempang kuning yang melilit dari pundak ke pinggang.

“Keberadaan kami ini untuk menunaikan janji 500 tahun sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit, yaitu pada 1518,” kata Sinuwun.

Menurutnya, Keraton Agung Sejagat itu untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia. Bahkan, dia menyebut United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari kerajaannya. Selain itu, dia mengaku memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik dalam biadang keuangan, politik, pemerintahan, dan sebagainya.

“Keraton Agung Sejagat (KAS) memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa. Memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat juga memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon ini Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika,” ujarnya.

Penasehat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Menurutnya, Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Jodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra. (FM)

Scroll to top