Open post

26 Sekolah Islam di Tegal Dapat Listrik Gratis dari PLN UP3 Tegal

PUSKAPIK.COM, Tegal – PLN UP3 Tegal melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) memberikan bantuan listrik gratis untuk 26 sekolah Islam, salah satunya TK-TPA Al Khoiriyah di Desa Banjaragung, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Bantuan tersebut sebagai salah satu komitmen PLN dalam menerangi negeri dan dukungan PLN di bidang pendidikan.

Penyalaan secara simbolis dilakukan, Senin, 13 Juli 2020 oleh Senior Manager Bidang Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan DIY, Budiono, selaku perwakilan pembina YBM. Ikut mendampingi Manager UP3 Tegal, Moses Allo dan Kepala Desa Banjaragung, Paidar Baktiarso serta Ketua YBM UP3 Tegal, Moch Chaeruddin.

“Bantuan ini sebagai bentuk komitmen PLN menerangi negeri dan dukungan terhadap dunia pendidikan di Tanah Air,” kata Moch Chaeruddin kepada Puskapik.com, Selasa, 14 Juli 2020.

Selain Al Khoiriyah, lanjut Chaeruddin, terdapat 3 sekolah Islam lain di unit wilayah kerja PLN Tegal Timur yang mendapat bantuan gratis, yaitu di Desa Kendayakan, Desa Banjaragung dan Desa Banjarturi. Tak hanya di Tegal, penyalaan juga dilakukan di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes sebanyak 18 madrasah dan Bumiayu sebanyak 4 madrasah.

“Untuk tahap 1 sesuai hasil survei dari ULP (Unit Layanan Pelanggan) di wilayah kerja UP3 Tegal sebanyak 26 madrasah telah dilakukan penyalaan hari ini. Ke depannya mungkin akan bertambah sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau belum berlistrik dan secara teknis bisa, maka kami masukan dalam program listrik gratis,” ujar Chaeruddin.

Berdasarkan data Kemenag, di wilayah kerja PLN UP3 Tegal terdapat 166 sekolah Islam yang belum dialiri listrik. Namun dari jumlah tersebut perlu dilakukan survei lebih lanjut apakah memang sudah berlistrik atau belum.

Nasikhin, Kepala Sekolah Al Khoiriyah mengaku terharu dan sangat berterima kasih atas bantuan listrik gratis yang diberikan oleh PLN. Selama ini untuk kegiatan belajar mengajar, listrik menyalur dari Balai Desa karena terbatasnya dana untuk daftar pasang listrik.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PLN atas bantuan listrik gratis untuk sekolah kami. Sekarang kami tidak perlu lagi menyalur ke Balai Desa karena tidak ada anggaran untuk pasang listrik dan membayar bulanannya. Kami benar-benar terharu,” kata Nasikhin.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Open post

Pemakaian Listrik April Dihitung Berdasarkan Rata-Rata Tiga Bulan Terakhir

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan PLN untuk sementara waktu ditangguhkan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona jenis baru, Covid-19. Sebagai gantinya PLN menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir untuk pelanggan paska bayar. Hal ini berlaku untuk pembayaran rekening April.

“Yang berarti untuk pembayaran rekening bulan April, perhitungannya menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Hal ini kami lakukan untuk menghindari pembaca/pencatat meter melakukan kunjungan ke rumah-rumah pelanggan,” kata Humas PLN Pekalongan, Christina, Kamis (26/3/2020).

Penangguhan pencatatan dan pemeriksaan stand meter merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah untuk melaksanakan Work from Home (WFH) dan Physical Distancing dapat berhasil. “Kebijakan ini diberlakukan agar pelanggan merasa tenang dan tidak perlu repot dan kuatir untuk berinteraksi dengan petugas,” katanya.

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Dukung Pembangunan Ekonomi Pemalang, PLN Tegal Adakan MSF Bersama Stakeholder

 

PEMALANG (PuskAPIK) – Dalam rangka mewujudkan sinergi informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan yang berintegritas, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tegal menyelenggarakan Multi Stakeholder Forum.

bertempat di Pendopo Kabupaten Pemalang, Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh lapisan Stakeholder PLN, mulai dari Forkopimda, Dinas terkait, Mitra Kerja, Pelanggan, hingga Media, Rabu (16/10).

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar informasi, pengetahuan serta inisiatif dari berbagai pihak terkait ketenagalistrikan dan komponen pendukungnya di Provinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Pemalang

Manager PLN UP3 Tegal Moses Allo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PLN Tegal siap memberikan pelayanan terbaik dan suplay penyaluran energi listrik dengan GCG guna mendukung investasi masuk ke wilayah Kabupaten Pemalang.

Sementara itu Bupati Pemalang Junaedi yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan , Ni Wayan Asrini menyambut baik upaya PLN mengadakan Multi Stakeholder Forum di Kabupaten Pemalang ini, karena berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Pemalang tahun 2018 – 2038 kawasan industri akan di tambah 3400 Hektar baik di jalur pantura maupun yang kearah selatan di fokuskan pada daerah Petarukan, Ampel gading, Comal Ulujami, serta Paduraksa keselatan. bupati juga mengungkapkan bahwa hal tersebut juga akan membutuhkan suplay energi listrik yang sangat besar pula.

Masih dalam kegiatan yang sama, dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Integritas oleh PLN dan Stakeholders, dan Pemaparan kondisi kelistrikan dan pelayanan PLN, serta paparan dari anak perusahaan PLN PT ICON +.

ICON+

ICON memperkenalkan program Internet Rakyat WarungIdes/SID, dengan akses langsung ke desa. Tujuannya untuk komunikasi atau potensi di desa bisa langsung dimunculkan secara digital.

Paparan yang disampaikan oleh PLN dan ICON+ merupakan contoh kecil sinergi untuk bisa ditangkap peluang lebih besar. Karena energi dan komunikasi adalah hardware dan software pembangunan. Terlebih mengingat saat ini pertumbuhan industri sedang berkembang di Jawa Tengah khususnya di wilayah pantura Jawa dan sekitarnya.

Dengan adanya Sinergi antara PLN, pemerintah sebagai regulator dan para investor/pengusaha diharapkan bisa menjadi penggerak roda perekonomian yang yang memunculkan multiplier effect.(red)

Open post

Rugi Ratusan Juta, Petani Tambak Tuntut PLN Rubah Tarif

PEMALANG (PuskAPIK) – Besarnya tarif listrik yang diterapkan PLN saat ini dirasa memberatkan para petani tambak di wilayah kabupaten Pemalang, khususnya di Kecamatan Ulujami dan sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abdul Syukur, warga RT. 10/013 Kelurahan/ Kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang. Abdul diketahui sebagai petani tambak udang vaname di dusun Sidomulyo Desa Pesantren Kecamatan Ulujami .

Dikisahkan pada awal bulan Mei 2018 Abdul memanfaatkan alat (mesin) untuk menggerakkan kincir air dengan menggunakan tenaga listrik PLN, sedangkan mesin yang digunakan sebanyak 140 unit sehingga memunculkan tagihan listrik sebesar Ro. 108 juta. Dirasa pembayaran tagihan listriknya tinggi, pada bulan berikutnya Abdul pun mengurangi unit mesinnya menjadi 100 unit. dan munculah tagihan listrik sebesar Rp. 106 juta.

Masih penasaran, Adul kembali mematikan mesinnya lagi sehingga tinggal 80 unit mesin yang masih hidup, namun tagihan yang muncul juga tidak sebanding dengan pengurangan mesin yang telah dimatikan yakni Rp. 99,9 Juta.

“Mesin sudah saya kurangi tapi selisih tagihannya kok masih tetap tinggi,” ujarnya penasaran (Minggu, 23/09).

Rasa penasaran dan curiga yang besar membuat Adul membuat surat permohonan kepada PLN Rayon Comal dengan tembusan ke PLN area Tegal dan PLN Kantor Distribusi (KD) Jawa Tengah, pada tanggal 27 Agustus 2018. Dalam suratnya Abdul memohon kepada PLN untuk melakukan koreksi dan restitusi terhadap kelainan meteran PLN yang terjadi pada Kwh meteran miliknya dan puluhan pengusaha tambak di Dusun Sidomulyo Kecamatan Ulujami.

Akibat perekaman data yang tidak sesuai dengan pemakaian pelanggan mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

“Sekitar Rp. 300 juta – Rp. 500 juta per pelanggan,” kata Abdul.

Manager PLN Rayon Comal Dwiantoro melalui surat bernomor 0094/AGA.01.01/RYNCML/2018 memberikan jawaban tertulis pada 5 September 2018, bahwa terkait permohonan dari pelanggan, akan dilakukan uji tera. Pada 12 September dilakukan pemeriksaan Kwh meter pelanggan meliputi download data dari memori Kwh meter oleh perwakilan pabrikan Kwh meter EDMI. Juga dilakukan analisa terhadap data hasil download dan dibandingkan dengan stand pemakaian di rekening pelanggan. “Hasil analisa dan perbandingan dengan rekening pelanggan tidak ditemukan perbedaan jumlah pemakaian Kwh,” kata Dwiantoro, di bagian akhir surat yang dikirim ke Abdul Syukur. Karena tidak ada perbedaan jumlah itulah pelanggan menuntut untuk dilakukan uji tera di Semarang.

Selain itu, masih menurut Abdul Syukur, juga ditemukan bahwa tingginya pembayaran listrik oleh pelanggan tambak salah satunya akibat tarif yang diberlakukan adalah tarif b2 yang notabene itu untuk tarif bisnis. Padahal sesuai Permen 2018 untuk tarif listrik usaha tambak masuk i2 yaitu industri. “Perubahan tarif b2 ke i2 penting buat semua petani tambak. Ini yang sedang kami diperjuangkan,” paparnya.

Dia yang mewakili puluhan petani tambak dengan kasus yang sama mengatakan, yang menjadi kacau PLN online telah menerapkan bahwa tarif tambak masuk pada kategori i2 atau tarif industri yang beban biaya pembayarannya lebih murah dibandingkan b2. Sementara PLN Rayon Comal masih menggunakan PLN offline dan bersikeras masih mengakuinya bahwa tambak masuk dalam tarif b2 atau tarif bisnis. PLN pusat sudah meng-online-kan, kenapa daerah tidak mau menjalankan peraturan itu. Pelanggan tambak mengancam akan mengundurkan diri dari PLN dan beralih lagi ke mesin diesel jika tuntutan tidak dikabulkan.

“Kami tetap menuntut _ tarif dari b2 ke i2 sesuai Permen 2018,” pungkasnys (hape)

Scroll to top