Open post

Keluarga Pembakar Alquran di Pemalang Minta maaf

PEMALANG (PUSKAPIK)- Keluarga besar pelaku pembakaran  kitab suci Alquran, meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khusunya umat muslim Kabupaten Pemalang, Jumat (31/1/2020).

Nur Fatikhin (45) warga RT 02 RW 01, Desa Ranginmulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, kakak kandung Nuril Maarif yang membakar Alquran di depan rumah tahanan (Rutan) Pemalang, minta maaf.

Difasilitasi oleh Polres Pemalang, Jumat (31/1/2020), Nur Fatikhin membacakan surat pernyataan permintaan maaf yang direkam sejumlah wartawan.

“Atas nama keluarga, saya benar-benar minta maaf kepada umat Islam seluruh Indonesia. Khususnya umat Muslim di Kabupaten Pemalang, atas ulah adik saya, membakar Kitab Suci Alquran. Ini benar-benar di luar dugaan saya dan keluarga,” kata Nur Fatikhin, di ruang konferensi pers, Mapolres Pemalang.

Nur Fatikhin menegaskan, dia selaku kakak kandung mewakili keluarga untuk meminta maaf, sehubungan perkara yang melibatkan adiknya yaitu pembakaran kitab suci Alquran. Dia juga menyatakan, Nuril adiknya, memang mengalami depresi atau gangguan jiwa sejak bulan Juni 2019 lalu.

Sebelumnya, Nuril Ma’arif (40) ditangkap polisi saat membakar Kitab suci Alquran pada Kamis (30/1/2020) di depan Rumah Tahanan Kompleks Alun-alun Pemalang. Nuril diperiksa penyidik  kurang dari 1 kali 24 jam dan polisi menduga pelaku mengalami sakit jiwa. Saat ini pelaku dirawat di rumah sakit jiwa Semarang, Jawa Tengah untuk menjalani perawatan.(DED)

Open post

MUI Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

PEMALANG (PUSKAPIK)-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pemalang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan peristiwa pembakaran kitab suci Alquran. Karena polisi sudah memeriksa pelaku dan dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

“Kami harapkan untuk tidak mudah terprovokasi atas kejadian ini. Karena persoalan ini sudah diredam agar tidak dikembangkan liar seperti SARA,” kata Ketua MUI Pemalang, KH Syaifullah, di Mapolres Pemalang, Kamis (30/1/2020).

Syaifullah mengimbau masyarakat tidak perlu resah karena kasus ini telah ditangani oleh kepolisian dan pelaku sudah diamankan.
MUI juga mengapresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh Polres Pemalang dalam penanganan kasus ini. Selain mengamankan pelaku, polisi juga langsung mengumpulkan tokoh agama dan mendatangkan pihak keluarga.

“Semuanya sudah jelas. Kejadian ini benar-benar dilakukan oleh pelaku yang menurut keluarga, orang kurang normal,” ujar Syaifullah.

Sebelumnya, Pelaku pembakar Alquran diketahui bernama Nuril Ma’arif (34) warga Warureja Kabupaten Tegal telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Mapolres Pemalang, dan kurang dari 1 kali 24 jam, polisi menyimpulkan jika perbuatan pelaku karena mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya pada bulan Mei 2019.

Saat ini pelaku sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa Semarang, Jawa Tengah.(DED)

Open post

Pembakar Alquran di Pemalang Ternyata Stress

PEMALANG (PUSKAPIK)-Hasil pemeriksaan penyidik Polres Pemalang kepada pelaku yang diketahui bernama Nuril Ma’arif (34), pembakar kitab suci Alquran di sekitar Alun – alun Pemalang dinyatakan mengalami gangguan jiwa. Saat ini pelaku di bawa ke rumah sakit jiwa Semarang, Jawa Tengah untuk menjalani perawatan medis.

‘Hasil pemeriksaan, pelaku mengalami gangguan jiwa sejak dicerai istri. Setelah menjalani pemeriksaan, pelaku langsung dikirim ke RS Jiwa Semarang,” kata Kapolres Pemalang, AKBP Eddy Suranta Sitepu, Jumat (31/1/2020).

Nuril Ma’arif (34) yang teridentifikasi adalah warga Warureja, Kabupaten Tegal itu mengalami depresi sejak dicerai istrinya, Indah Nurhayati pada bulan Mei 2019 lalu.

Selain membakar 7 Alquran, Nuril Ma’arif juga membakar beberapa buku yang kini sudah diamankan oleh penyidik Polres Pemalang. Sebelumnya, Nuril Ma’arif ditangkap polisi usai membakar Alquran di Alun-alun Pemalang pada Kamis Pagi (30/1/2029) kemarin.(DED)

Open post

Diduga Bakar Alquran, Pria Berbadan Tegap Diamankan

PEMALANG PUSKAPIK-Seorang pria berperawakan tegap Kamis pagi tadi (30/1/2020), diamankan Resmob Polres Pemalang. Diduga pria tersebut dikatahui oleh warga membakar kitab suci Alquran di sekitar Alun-alun Pemalang.

Pria gempal berkaos oblong warna merah dengan celana jean warna biru ini terlihat diamankan oleh Resmob Polres Pemalang, Jawa Tengah. Kedua tangan pria yang memakai sandal jepit itu terlihat diborgol dan digiring untuk menjalani pemeriksaan.

Selain diamankan, di lokasi kejadian ada barang bukti Alquran yang sudah dibakar. kabarnya aksi nekat pria tersebut diketahui warga dan langsung dilaporkan ke kepolisian setempat.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, membenarkan peristiwa tersebut, kini pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan, “Oke..masih kita periksa pelakunya,” kata Sujadi melalui pesan singkat WhatsApp .

Hingga kini belum diketahui motif pelaku pembakaran Alquran itu, apakah ada gangguan jiwa atau tidak disengaja. (DED)

Scroll to top