Open post

Banyumas Mantu Akan Menikahkan 143 Calon Pengantin

BANYUMAS (PUSKAPIK) – Perayaan Hari Jadi ke-449 Kabupaten Banyumas akan dimeriahkan dengan acara Banyumas Mantu pada 28 Februari 2020. Hingga saat ini sudah ada 143 orang yang mendaftar menjadi peserta.

Salah satu panitia, Bambang Widodo mengatakan, peserta Banyumas Mantu paling muda berusia 19 tahun dan tertua 94 tahun. Mereka nantinya akan didandani pengantin oleh 85 perias yang telah disiapkan.

Seluruh biaya pelaksanaan Banyumas Mantu akan ditanggung pemkab. Dalam hal ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama Banyumas dan HARPI (Himpunan Ahli Rias Pengantin).

“Jadi besok dibagi 2 kloter. Kloter pertama akan dirias jam 05.00 WIB di Graha Satria, dilanjutkan sidang isbath pukul 08.00 dan diarak menuju RITA. Kloter dua akan dirias jam 08.00 WIB dan akan diisbatkan jam 10.00 WIB,” kata Bambang Widodo.

Di RITA peserta harus menyelesaikan proses administrasi. Setelah selesai mereka akan diberikan hiburan.(AR)

Open post

Bupati Pimpin Upacara Hari Jadi ke-449 Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO (PUSKAPIK) – Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi inspektur Upacara Hari Jadi ke-449 Kabupaten Banyumas di Alun-Alun Purwokerto, Sabtu (22/02/2020). Sebagai pemimpin upacara adalah Camat Kebasen Wahyu Adi Febrianto.

Upacara diikuti oleh anggota TNI, Polisi, Satpol PP, Korpri, ASN, PGRI, OKP, Pelajar, dan Pramuka. Turut hadir Danrem 071/Wijaya Kusuma, kepala SPN Purwokerto, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyumas, bupati tetangga, anggota Forkompinda, mantan Bupati Banyumas, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, rektor perguruan tinggi, pimpinan perbankan BUMN dan BUMD, pejabat sipil TNI dan Polri, ketua organisasi pemuda dan kemasyarakatan, para sesepuh, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Upacara Hari Jadi ke-449 Banyumas berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini dimeriahkan paramotor sebanyak 2 orang yang masing-masing bertuliskan “Better Banyumas” dan “Selamat dan Sukses Hari Jadi Banyumas yang ke-449”. Kedua paramotor tersebut juga berkeliling di area sekitar Purwokerto.

“Saya mengajak kepada segenap komponen masyarakat untuk bersatu-padu, bahu-membahu, saiyeg saeka praya untuk memberikan sumbangsih dan konstribusi terbaiknya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banyumas,” kata bupati Banyumas dalam sambutannya.

Bupati juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan modernisasi IT, internet, media sosial dan segala kemajuan teknologi yang ada, sehingga Banyumas menjadi Kabupaten penuh inovasi dan kreativitas.

Menurutnya, Kabupaten Banyumas mempunyai bidang unggulan, seperti pariwisata, pusat pendidikan, niaga dan perdagangan, serta pertanian. Ke depan Banyumas akan menjadi smart regency/city terbaik yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 7%, IPM di atas 75, angka gini ratio di bawah rata-rata nasional 0,382, dan angka kemiskinan di bawah 10%, dan mencari pekerjaan mudah.

“Apabila itu semua tercapai,maka secara ilmiah bisa kita katakan mendekati kemakmuran yang kita cita-citakan bersama,” katanya.

Upacara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Bupati Banyumas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupa sertifikat Lengger Banyumas sebagai Warisan Budaya Tak Benda dan diakhiri dengan Tari Megat-megot.(AR)

Open post

Prosesi Kirab Pusaka Banyumas Digelar Minggu

PURWOKERTO (PUSKAPIK)-Empat pusaka Banyumas berupa tombak Kiai Genjring, keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Kitab Stambul akan dipertontonkan kepada masyarakat saat Prosesi Kirab Pusaka dalam rangka Hari Jadi ke-449 Banyumas, Minggu (16/2/2020) mendatang.

Segenap pendukung kirab yang terdiri para pelajar, mahasiswa, seniman, dan budayawan yang nanti akan bertugas, sudah melaksanakan persiapan gladi di Pendopo Wakil Bupati dan Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas

Prosesi kirab pusaka rencananya akan dipimpin oleh Bupati Banyumas ke 31 Ir Achmad Husein bersama Wakil Bupati, Sadewo Tri Lastiono dan anggota Forkompinda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala dinas/instansi, camat, kepala desa/kelurahan, dan warga masyarakat yang akan mengenakan pakaian adat Banyumasan. Kirab direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB mulai dari halaman Pendopo Rumah Wakil Bupati menyusuri jalan Jenderal Sudirman menuju Pendapa Sipanji yang berjarak sekitar 2 Km.

Kepala Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Banyumas, Parsito mengatakan, kirab prosesi pusaka sudah menjadi satu agenda tahunan wisata budaya di Kabupaten Banyumas.

“Kirab pusaka selalu ditunggu oleh wisatawan baik lokal maupun regional” katanya.

Parsito menambahkan, urut-urutan kirab diawali manggala yudha, diikuti dibelakangnya lambang daerah, kemudian tombak kiyai genjring bersama umbul-umbul dan berturut-turut keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Kitab Stambul. Kemudian akan dikirab juga rombongan yang membawa joli atau foto Bupati Banyumas dari masa ke masa.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana untuk melestarikan budaya, seni tradisional dan karakter wong Mbanyumas, pada Kirab Hari Jadi Ke 449, kali ini ada perbedaaan dibanding tahun sebelumnya, peserta dari SKPD tidak hanya baris, tetapi juga diikuti denganberbagai kesenian dan tarian agar tidak monoton,” tambahnya.(AR)

Open post

Ziarah Makam Joko Kaiman Mengenang Sosok Rela Berkorban

BANYUMAS (PUSKAPIK)-Bupati Banyumas, Achmad Husein, dan Wakil Sadewo Tri Lastiono bersama DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), serta para pejabat eksekutif Pemkab Banyumas, berziarah ke makam R Joko Kaiman Bupati Pertama Banyumas, di makam Dawuhan, Banyumas Jumat (14/2/2020).

Ini merupakan kegiatan rutin tahunan peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas. Pada peringatan hari jadi yang ke 449, yang jatuh pada 22 Februari 2020, rombongan bupati menaburkan bunga di pusara pendiri Banyumas tersebut.

“Tujuan kami dan rombongan adalah mendoakan Raden Djoko Kaiman atau Adipati Mrapat, bupati pertama Banyumas yang sudah mendirikan Banyumas hingga saat ini,” kata Bupati.

Ziarah diawali dengan tahlilan yang dipimpin oleh juru kunci Makam Dawuhan, Sukirman. Ziarah diakhiri tabur bunga di pusara makam Raden Djoko Kaiman yang dipimpin oleh Bupati Achmad Husein diikuti undangan lainya.

Menurut Husein, Raden Joko Kaiman mempunyai jiwa kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mendapat hadiah dari Sultan Pajang Hadiwijaya berupa Penobatan sebagai Adipati Warga Utama II, tapi karena keiklasannya, membagi wilayah kekuasaanya menjadi 4 kepada saudara-saudaranya yang lain.

“Jiwa kesatria dan rela berkorban inilah yang patut kita teladani” ungkapnya.

Seusai berziarah, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalan ke Pendopo Duplikat Pendapa Sipanji Kecamatan Banyumas, untuk mengadakan tasyakuran dan menyaksikan pagelaran wayang ruwatan.(AR)

Scroll to top