Open post

BPN Pemalang Bersiap Menuju Pendaftaran Sertifikat Tanah Elektronik

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang berencana akan melaksanakan program pembuatan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan setelah Kementerian ATR/BPN pusat resmi mengeluarkan peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik.

“Tahapannya baru sosialisasi internal oleh pusat melalui virtual (zoom). Sebagai produk baru tentunya harus ada pembekalan kepada seluruh pegawai di BPN sebelum nantinya disosialisasikan kepada masyarakat,”ungkap analis Sumberdaya Aparatur Pertama ATR/BPN Pemalang, Dyar Rudyanto, Senin 15 Februari 2021.

Menurut Dyar, beberapa alasan yang menjadi dasar program pembuatan sertifikat tanah elektronik, antara lain dalam aspek keamanan dan transparansinya. Sertifikat tanah elektronik, berupa dokumen yang berisikan informasi terkait data pemegang hak, data fisik dan data yuridis bidang tanah yang valid dan terjaga autentikasinya.

“Selain itu, program tersebut mengikuti perkembangan zaman menuju era digitalisasi di mana pengaplikasian hal serupa di institusi lain pemerintahan berjalan dengan baik,” katanya.

Lanjut Dyar, BPN mengatakan, kekhawatiran di masyarakat mengenai penarikan sertifikat tanah fisik oleh BPN, hal ini tidak benar.

“Sudah dijelaskan oleh kementerian pusat, tidak ada penarikan sertifikat fisik. Jika ada berarti itu oknum yang ingin memanfaatkan situasi, bisa juga ulah mafia tanah,” ujarnya.

Soal mafia tanah, menurut Dyar hal ini juga menjadi tantangan bagi ATR/BTN untuk memberantasnya. Bahkan Ia mengaku hari ini juga ada ‘zoom meeting’ dengan kementerian pusat soal mafia tanah, sembari menunjukan undangan ‘zoom meeting’ di layar ponselnya kepada puskapik.com.

“Dengan sertifikat tanah elektronik bisa mencegah praktik-praktik kejahatan tersebut karena validasinya menggunakan tandatangan elektronik yang berlogo GSRE semacam pengawasan ‘Cyber’ yang dipastikan itu tidak dapat dipalsukan,” pungkasnya.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

 

Open post

Program Sertifikat Gratis, Ini Target ATR/BPN Pemalang Pada 2021

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pemalang menargetkan penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 40.000 Peta Bidang Tanah (PBT), dan 83.080 Sertifikat Hak Tanggungan (SHT) pada tahun ini.

“Namun prioritas utama adalah masyarakat yang sudah menyiapkan berkas PTSL namun tertunda di tahun lalu karena dampak ‘refocusing’ anggaran di ATR/BPN,” kata Kasubag Tata Usaha ATR/BPN Pemalang, Gentur Adi P di kantornya, Senin, 18 Januari 2021.

Terkait waktu penyelesaian, lanjut Gentur, PTSL 2021 akan diselesaikan maksimal pada September mendatang.

“Itu dari rencana target, namun pak kepala menghendaki selesai di bulan Agustus. Kalau target keseluruhan untuk sertifikasi tanah di Kabupaten Pemalang menurut Presiden sampai 2025, namun kami diharapkan mendahului target yakni selesai 100% di tahun 2023,” katanya.

Gentur mengimbau kepada masyarakat yang masuk program PTSL tahun ini bisa lebih aktif dalam menyiapkan persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan agar bisa dengan cepat pula BPN memprosesnya.

Penulis: Baktiawan Candheki
Editor: Faisal M

Open post

Giliran 900 Warga Comal Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Pemalang

PUSAPIK.COM, Pemalang- Sebanyak 900 warga Kecamatan Comal, menerima sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang diserahkan oleh Bupati Pemalang, diwakili Kepala Dispermasdes Pemalang, Tutuko Raharjo di Balai Desa Susukan, siang ini, Rabu 2 Desember 2020.

Sertifikat tersebut diberikan kepada 200 warga Pecangakan, dan 700 warga Susukan, Kecamatan Comal. Dari total ratusan tersebut penyerahannya diwakili oleh 50 orang saja, mengingat aturan protokol kesehatan yang diterapkan dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan Tutuko, Bupati Pemalang H Junaedi mengingatkan kepada warga penerima sertifikat agar bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau terpaksa diagunkan di bank sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif bukan untuk komsumtif, ” kata Tutuko.

Ketua Tim 1 Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Dinas Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pemalang, Makmur, mengingatkan warga Desa Susukan dan Desa Pecangakan Kecamatan Comal untuk menyimpan sertifikat tanah dengan baik.

“Jangan diserahkan sembarangan ke pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab,” tegas Makmur.

Disebutkan jika Program PTSL tujuannya adalah melindungi hak atas kepemilikan tanah. Kepemilikan sertifikat tanah bisa juga diberdayakan warganya untuk kepentingan produktif, bukan kepentingan konsumtif. Misalnya, sertifikat bisa diberdayakan kegiatan yang bermanfaat bagi pemiliknya.

“Titip (sertifikat) disimpan, jangan sampai hilang. Nanti lebih mahal urusnya (kalau hilang),” jelas Makmur.

BPN juga meminta agar mengecek dengan cermat dan teliti. Sebab barangkali ada kesalahan atau kurang lengkap soal penamaan sertifikat. Meski ditekankan jika soal luas tanah dilakukan secara akurat.

“Diteliti, barangkali ada kesalahan, mungkin nama kurang lengkap,” kata dia.

Soal luas tanah, lanjut Makmur, kecil kemungkinannya terjadi kesalahan. Apalagi pada saat pengukuran dilakukan dilihat pemiliknya serta disaksikan tetangga terdekat yang berbatasan patoknya secara langsung. BPN menekankan demikian karena seringkali masyarakat komplain setelah menerima sertifikat.

“Seringkali masyarakat komplain, dikira orang BPN yang membawa tanah. Luas yang ada di Letter C itu kan hasil luas sementara yang diukur dari Dinas Pajak. Itu kan diukur dalam rangka besaran pajak, bukan kepastian hukum. Kalau luas jangan dipermasalahkan, sepanjang batas-batasnya benar,” beber Makmur.

Kepada warga yang belum mendapatkan sertifikat dari Program PTSL, BPN meminta jangan berkecil hati. Sebab mereka sudah mendaftar dan akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

“Penerbitan sertifikat tidak bisa dilaksanakan secara keseluruhan karena adanya refocussing anggaran sejalan dengan wabah atau pandemi Covid-19. Tapi Insya-Allah akan dilanjutkan di 2021 bagi yang sudah mendaftarkannya di tahun ini namun belum jadi sertifikat nya,” pungkasnya.

Penulis: Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

Open post

Senam Massal Meriahkan HUT Korpri dan Hari Ibu.

PEMALANG (PuskAPIK)- Peringatan Hari Korpri dan Hari ibu tahun 2017, dipusatkan di pantai wisata Widuri Pemalang, Jumat (22/12).

Ribuan Anggota Korpri, TNI-Polri, PKK, DWP, OPD, GOW Pemalang, berolahraga senam maumere yang dilakukan secara masal. Senam yang juga diikuti Bupati Pemalang, H.Junaedi bersama Forkopimda, Sekretaris Daerah, Budhi Rahardjo dan segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang. Bukan hanya senam maumere, dalam acara tersebut panitia juga menggelar lomba parut kelapa yang diikuti sekitar 65 orang dari unsur Forkopimda, Kepala OPD dan para Camat. (hp)

Scroll to top