Open post

Gempa Guncang Brebes, 23 Rumah Rusak

PUSKAPIK.COM, Brebes – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Brebes. Sedikitnya 23 rumah warga di Kecamatan Sirampog, rusak. Selain kerusakan rumah, gempa ini menimbulkan retakan sepanjang 150 meter di kawasan perbukitan dengan lebar 5 cm.

Rumah warga yang mengalami kerusakan, di Desa Sridadi dan Dawuhan. Kepala BPBD Brebes, Nuhsy Mansur menyebut, di dua desa ini 23 rumah warga rusak akibat gempa. Dua diantaranya rusak parah karena bangunan dinding rumah roboh.

“Hasil pendataan tim BPBD di lapangan, 23 rumah rusak dan dua diantaranya rusak berat. Rumah yang rusak berat itu memang kondisi bangunanya sudah cukup tua jadi dindingnya roboh,” ungkap Nuhsy Mansur, Selasa 28 September 2021.

Untuk sementara, penghuni rumah yang rusak diungsikan ke rumah kerabatnya. Selain rusak karena gempa, mereka khawatir rumah roboh karena intensitas hujan di kawasan ini cukup tinggi.

“Sebagian besar diungsikan ke kerabat karena takut roboh. Apalagi intensitas hujan di kawasan itu cukup tinggi,” sambung dia.

Nuhsy melanjutkan, gempa berkekuatan 3.0 skala richter ini juga menimbulkan retakan tanah di kawasan perbukitan Igir Gowok. Retakan yang ditimbulkan akibat gempa ini sepanjang 150 meter dan pebar 5 cm. Retakan ini, sambung Kepala BPBD perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan longsor bila sering terkena hujan.

“Kita mewaspadai dampak dari retakan di perbukitan Igir Gowok sepanjang 150 meter. Karena bila terus menerus terkena hujan akan terjadi longsor,” pungkasnya.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Amin Nurrokhman

Open post

Warga 3 Kecamatan di Brebes Rasakan Gempa

PUSKAPIK.COM, Brebes – Warga di 3 kecmatan di Brebes, merasakan getaran gempa bumi berkekuatan 4,2 SR terjadi di Brebes Jumat 11 Desember 2020 pukul 05.51 WIB.

Kasi Logistik BPBD Brebes, Farid mengatakan, pusat gempa terjadi di barat daya Kota Brebes. Warga tiga kecamatan di wilayah barat daya yang merasakan getaran gempa, yakni Bantarkawung, Salem dan Banjarharjo.

“Laporan yang masuk di BPBD, getaran gempa ini dirasakan di tiga kecamatan masing masing Bantarkawung, Salem dan Banjarharjo. Bahkan untuk wilayah Brebes utara sama sekali tidak terasa,” ungkap Farid di kantornya.

Sejauh ini, lanjut Farid belum ada laporan soal kerusakan akibat gempa tersebut. Menurutnya, warga di tiga kecamatan ini hanya merasakan getaran

“Skalanya tergolong kecil jadi sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tadi pagi. Hanya getaran saja, itupun tidak dirasakan sampai ke wilayah utara,” sambung Farid.

Farid menambahkan, hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini terletak pada koordinat 7.07 LS dan 108.87 BT, atau tepatnya berada di barat daya Brebes pada kedalaman 5 kilometer.

Warga yang terdampak gempa khususnya wilayah Salem untuk mewaspadai longsor yang diakibatkan getaran gempa. Setelah kejadian ini, BPBD terus memantau perkembamgan di daerah yang terdampak.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan selalu waspada. Jangan terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuh Farid.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Amin Nurrokhman

Open post

Hutan Gundul di Brebes Rawan Picu Bencana

PUSKAPIK.COM, Brebes – Kerusakan hutan di wilayah hulu, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes, mewaspadai dua bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan.

Kepala BPBD Brebes, Nuhsy Mansur usai mengikuti apel kesiapsiagaan bencana di Mapolres Brebes, Senin 26 Oktober 2020, mengatakan, kerusakan hutan ini berpotensi menimbulkan bencana longsor untuk wilayah atas dan banjir untuk wilayah bawah.

Kerusakan hutan paling parah, ungkap Nuhsy terjadi di dua kecamatan, yakni Sirampok dan Paguyangan. Lahan yang semula berupa hutan lindung dan produksi, kini berubah fungsi menjadi areal pertanian sayur mayur.

“Sempat didiskusikan dengan KPH Pekalongan Barat, kita ini sedang kebingungan dengan perambahan hutan di Brebes. Hutannya sudah seperti karpet, terhampar sayur sayuran. Di jalur pendakian, kebetulan ada posko di sana, hutan lindung saja sekarang sudah terang benderang. Ini yang perlu kita waspadai,” ujar Nuhsy Mansur.

Hutan yang semula dipenuhi pohon pinus kini sudah dibuka oleh warga untuk menanam sayuran. Alih fungsi lahan itu kata Nuhsy, menimbulkan dampak kerusakan yang luar biasa pada hutan. Sehingga sangat berpotensi menimbulkan banjir bandang dan tanah longsor.

“Kerusakannya luar biasa, kemiringan sungai sudah tidak terkendali. Beberapa kali kita bangun (jembatan) di Plompong (Sirampok) beberapa kali tergerus air karena kemiringan sungai yang luar biasa,” bebernya.

Musibah banjir bandang maupun longsor, tidak lepas dari dampak penggundulan hutan. Terakhir pada awal tahun banjir bandang di Sungai Babakan disebabkan oleh hutan di wilayah hulu yang sudah rusak.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Open post

Mancing di Kali Pemali, Bocah SD Ditemukan Tewas

BREBES (PUSKAPIK)- Munif utami (10) ditemukan tewas, setelah dilaporkan tenggelam di Kali Pemali, Desa kedungbokor, Kecamatan Larangan, kabupaten Brebes, pada Minggu siang (09/02/2020). Pelajar kelas V SDN Kedungbokor 5 tersebut tenggelam saat mancing bersama 2 temannya.

Kejadian berawal saat Munif bersama dua temannya memancing di pinggir kali, tiba-tiba air sungai meluap sehingga mengakibatkan ketiga bocah terseret arus. Dua orang berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan ranting di pinggi kali, namun korban terus terseret arus dan akhirnya tenggelam.

Mengetahui kejadian tersebut, dua teman Munif langsung meminta tolong ke warga.
Setelah dilakukan pencarian sejak Minggu sore (09/20/2020) jasad Munif akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa pada Selasa (11/02/2020) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Jasad Munif ditemukan dalam posisi mengapung disekitar lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun Puskapik menyebutkan, penemuan jasad Munif bermula saat anggota TNI Sertu Abdul Mu’min mengajak sejumlah warga untuk mengecek kelokasi tempat kejadian setelah sebelumnya dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan TNI, Polri, PMI dan warga namun belum membuahkan hasil. Benar saja, saat dilakukan pengecekan, korban terlihat sudah mengapung. Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sudah ditemukan dini hari tadi. Saat ditemukan sudah dalam kondisi mengapung,”kata Bagus salah satu relawan.
Setelah divisum dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, jenazah korban langsung dimakamkan.(WIJ)

Scroll to top