Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode

Petani Bawang Brebes Terancam Kelangkaan Bibit

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2020

PUSKAPIK.COM, Brebes – Petani bawang merah di Brebes, terancam mengalami kelangkaan bibit, untuk musim tanam dua bulan mendatang. Pasalnya, harga bawang merah kini mengalami kenaikan.

Kenaikan harga bawang merah pada tahun 2020 ini dipicu kegagalan panen bawang akibat banjir sejak awal tahun.

Kegagalan panen petani ini menyebabkan ketersediaan bawang di pasaran makin menipis. Dampaknya harga bawang mengalami lonjakan cukup tajam.

Data di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten (Dinkumdag) Brebes, menyebutkan, kenaikkan harga sudah mulai sejak bulan Februari. Kondisi ini terus berlangsung hingga April ini.

“Kami pantau sejak Februari sampai April. Pada bulan Februari minggu kedua ada kenaikkan yang sangat tajam dan terus naik hingga April ini,” kata Kabid Perdagangan Dinkumdag Brebes, Maryono, Rabu 29 April 2020 siang.

Pada awal Februari, kenaikkan terjadi akibat gagal panen saat terjadi banjir. Saat itu harga bawang berada pada angka Rp.20 ribu per kilo. Kemudian pada minggu ke dua harga naik menjadi Rp.37 ribu dan pada bulan April ini harga sudah menyentuh angka Rp.40 ribu per kilo.

“Kalau di pasar ada yang Rp.40 ribu per kilo. Pokoknya antara Rp.40-42 Ribu per kilo,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, salah seorang petani bawang, Dian Alex Chandra (38) mengatakan, tingginya harga bawang saat ini bisa memicu terjadinya kelangkaan bibit. Dia memberi alasan, sejak sudah beberapa bulan ini, harga bawang merah tidak pernah kurang dari Rp.30 ribu per kilo.

“Dari awal Maret sampai hari ini, bawang merah tidak pernah kurang dari Rp.30 ribu. Untuk hari ini, bawang kecil saja harganya Rp.35 ribu di petani. Berapa harganya nanti di pasar. Jadi banyak petani yang memilih menjual bawangnya daripada menyimpannya untuk benih,” terang Alex.

Bagikan Ke Teman
  • Penulis: puskapik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unik, di Pemalang, Sarapan Serabi Dipadu Tempe Goreng

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pemalang – Masyarakat pastinya sudah tak asing lagi dengan jajanan tradisional Indonesia, serabi. Jajanan yang berbahan dasar tepung beras ini, biasanya marak kita jumpai dijual di tepian jalan pedesaan dengan wajan mungil tanah liat yang khas. Ada variasi unik sajian serabi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Jika lazimnya serabi disajikan dengan kuah santan, beda […]

    Bagikan Ke Teman
  • Temuan Kasus Stunting dan TBC, Gubernur Luthfi Perkuat Program Speling dan CKG di Wonosobo

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Wonosobo – Program Speling (dokter spesialis keliling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan hasil signifikan dalam mendeteksi masalah kesehatan masyarakat. Saat kunjungan ke Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima laporan adanya temuan kasus stunting dan TBC (Tuberkulosis) dengan angka yang cukup tinggi. […]

    Bagikan Ke Teman
  • Warga Pemalang Tolak Demo Anarkis

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pemalang –Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pemalang, menolak demo anarkis. Massa dari sejumlah perwakilan ormas Pemuda Pancasila, Banser, Kokam , Senat Mahasiswa, Pelajar, MUI, FKUB, LSM , dan lainnya menggelar deklarasi menolak anarkisme, kekerasan dan kerusuhan. “Deklarasi digelar terkait maraknya aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law yang berakhir anarkis, ” kata Kapolres […]

    Bagikan Ke Teman
  • M.Raihan Maulana Siswa Pemalang Wakili Jateng Di OSN 2018

    • calendar_month Jum, 22 Jun 2018
    • 0Komentar

      PEMALANG (PuskAPIK) – Muhammad Raihan Maulana, pelajar asal SMP Insan Semesta Islamic School Pemalang, berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2018 yang akan digelar yang di Kota Padang Sumatera Barat, pada tanggal 1 hingga 7 Juli 2018 mendatang. Hal tersebut diketahui saat bupati Pemalang H. Junaedi […]

    Bagikan Ke Teman
  • Skenario PPKM Darurat 6 Minggu, Ini Kata Bupati Pemalang

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pemerintah menyiapkan skenario perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 Minggu lamanya, untuk menurunkan angka kasus Covid-19. PPKM Darurat sendiri, sudah dimulai sejak tanggal 3 sampai 20 Juli 2021 di Jawa-Bali, serta menyusul sejumlah daerah di luar pulau tersebut. Skenario perpanjangan PPKM Darurat itu mencuat dalam bahan paparan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat Rapat […]

    Bagikan Ke Teman
  • Jaring Feeback dari Masyarakat, Kota Pekalongan Kuatkan Komitmen Peningkatan Program Smart City

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Inovasi Pemerintah Kota Pekalongan yang tergabung dalam Program 100 kabupaten/kota pintar (Smart City ) diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi layanan pemerintah. Pengembangan Smart City atau pemanfaatan teknologi kota pintar ini diyakini mampu mengakselerasi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pekalongan menguatkan komitmennya dengan menggelar Forum […]

    Bagikan Ke Teman
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!
expand_less