Putus Sekolah, 5 Pemuda Tegal Ciptakan Robot Covid-19

Bupati Tegal, Umi Azizah di Pendopo Kabupaten Tegal, Jumat siang, 26 Juni 2020 membubuhkan tanda tangan pada prototipe robot Covid-19 hasil karya lima pemuda Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Slawi – Putus sekolah bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Itulah yang ditunjukan oleh Abdul Wahab (31) bersama empat temannya asal Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Pemuda yang hanya mengenyam bangku sekolah Madrasah Ibtidaiyah (setara SD) itu bersama empat kawan satu kampungnya yakni Ahamad Maliki (21), Royan (28), Patihin (30), Nursalim (40) berhasil membuat Robot.

Robot yang dinamai Nyong Tegal itu dirancang untuk membantu tugas tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit. Robot di desain berbentuk rak yang berfungsi untuk mengantar obat pasien Covid-19 di ruang Isolasi.

Menurut Abdul Wahab, ide membuat robot bermula saat ia melihat tayangan robot di luar negeri. Kemudian timbul keinginannya untuk membuat robot yang bisa membantu tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

“Awalnya melihat tayangan robot luar negeri. Kemudian saya dan kawan-kawan melakukan riset,” kata Wahab.

Menurut Wahab, anggaran pembuatan robot yang mencapai Rp 5.000.000 berasal dari patungan. Untuk proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu bulan.

“Prosesnya sekitar satu bulan. Sempat terhenti karena kehabisan biaya,” ungkpanya.

Prinsip kerja Robot prototipe ini berbasis ling follower atau membaca garis. Sedangkan bahasa program yang digunakan adalah bahasa pemrograman C. Nyong Robot juga dilengkapi fitur audio dengan bahasa Tegal. Audio ini bisa diganti-ganti menggunakan program Komputer.

“Prinsip kerjanya ini dia membaca garis karena basicnya ini link follower. Kemudian kita menginputkan beberapa perintah untuk masuk ke kamar 1, kamar 2 dan kamar 3. Untuk programnya menggunakan bahasa program C,” terang Ahmad Maliki (21), pemrogram Robot.

Yang menarik, Ahmad Maliki belajar pemrograman secara otodidak melalui buku dan internet. Ia mengaku bisa mengusai bahasa pemrograman setelah belajar selama satu tahun.

“Kami semua otodidak. Kami juga gak memiliki latar belakang ilmu robotic,” ungkap Ahmad Maliki.

Bupati Tegal Umi azizah, tertarik saat melihat demonstrasi robot buatan Abdul Wahab dan kawan-kawannya. Bupati memita agar terus dilakukan evalusi untuk perbaikan.

“Saya sebagai Ibu merasa bangga atas apa yg dilakukan mas Wahab. Pemerintah Kabupaten Tegal tentu akan mendukung penuh,” ujar Umi.

Umi berharap pembuatan robot ini dapat membantu para tenaga medis yang sedang berjuang menangani Covid-19. Selai itu, Robot karya para pemuda itu dapat mengurangi resiko tenaga medis terpapar Covid-19.

“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi kegalauan para tenaga medis yang sedang berjuang menangani Covid-19

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan