Cerita Pilu Nelayan Suradadi, Terdampak Covid-19, Paceklik dan Banjir Rob

Dewi Aryani, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan berdialog dengan salah satu warga di kampung nelayan Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Minggu sore, 7 Juni 2020.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK. COM, Tegal – Cerita pilu dialami para nelayan di wilayah Suradadi dan Bojongsana, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, yang mengalami paceklik karena pandemi Covid-19 ditambah gelombang tinggi dan banjir rob yang menerjang permukiman para nelayan dalam beberapa hari ini.

Bencana yang bertubi-tubi tersebut menjadikan produktifitas para nelayan di dua desa tersebut merosot bahkan bisa dikatakan berhenti total karena tak bisa melaut. Kalaupun melaut hasil yang mereka peroleh sangat minim sehingga tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, tidak sedikit para nelayan yang belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

“Selama ada corona sepi. Suami jarang melaut. Saya jualan juga sepi,” ujar Rumini, salah satu istri nelayan.

Mendapat informasi demikian, Dewi Aryani, Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan blusukan ke perkampungan nelayan di Desa Suradadi dan Bojongsana, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu Sore, 7 Juni 2020. Politisi yang akrab dipanggil Dear ini sengaja mendatangi perkampungan nelayan.

Dewi Aryani, yang berasal dari daerah pemilihan IX, membagikan 150 paket sembako gratis berupa 5 kg beras, Mie dan Minyak goreng kepada para keluarga nelayan yang terdampak pandemi Covid-19 dan bencana banjir rob. Menurut Dewi Aryani, kegiatannya ini sekaligus untuk memperingati bulan kelahiran Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno.

“Hari ini saya mendatangi sentra nelayan, khususnya nelayan kecil yang terdampak pandemi Covid-19 dan cuaca buruk. Mereka tak memiliki penghasilan bahkan belum tersentuh bantuan dari Pemkab,” uja Dewi.

Tak hanya membagikan sembako, Dewi juga mendatangi rumah-rumah para nelayan untuk menjaring aspirasi. Rata-rata para nelayan mengeluhkan rendahnya kesejahteraan mereka akibat masih minimnya perhatian dari pemerintah kepada para nelayan khususnya nelayan kecil tradisional.

Menyinggung soal penanganan Covid-19, Dear, yang berdomisili di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, sempat mempertanyakan pelaksanaan realisasi program satu juta masker yang digagas Pemerintah Kabupaten Tegal.

Dia berharap program satu juta masker tersebut benar-benar dilaksanakan dengan baik. Sebab, dalam kesempatan dialog dengan sejumlah warga di perkampungan nelayan Desa Suradadi dan Bojongsana masih banyak warga yang mengaku tidak mendapat pembagian masker gratis dari Pemkab Tegal.

“Satu juta masker itu banyak. Harusnya warga bisa dapat semua,” tandasnya.

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan