Mengharukan, Sudah Pamitan dan Siap Oleh-oleh, Batal Berangkat Haji

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

PUSKAPIK.COM, Brebes – Banyak Calon Jemaah Haji (Calhaj) di Brebes, tak menyangka kalau mereka batal berangkat haji. Terbinya Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelenggaran ibadah haji tahun 1441 H atau 2020, mengubur impian sekian banyak Calhaj untuk pergi ke baitullah.

Surat keputusan itu terbit saat pemberangkatan haji sudah makin dekat. Banyak sudah yang dipersiapkan oleh para calon jamaah haji mulai dari berpamitan ke tetangga dan sanak saudara, juga sudah membeli oleh-oleh.

Seperti biasanya, pada bulan bulan Syawal para calon jamaah haji tengah sibuk mengurus kesiapan pemberangkatan ke tanah suci. Mulai dari imunisasi meningitis dan persiapan lain.

Tidak ketinggalan, setiap menjelang keberangkatan haji, mereka sudah berpamitan kepada sana saudara untuk meminta restu. Bahkan, untuk urusan setelah kepulangan haji pun sudah disiapkan saat sebelum berangkat, yakni membeli oleh-oleh khas haji.

Rini Pujiastuti (53) salah satu calon jamaah haji asal Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, menuturkan, semua persiapan sudah dilakukan agar nanti di tanah suci tidak menemui kendala berarti. Dengan persiapan itu, diharaplan bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyuk tanpa memikirkan hal lain.

“Seperti jamaah lainnya, saya sudah manasik, latihan fisik, test kesehatan. Juga sudah berpamitan ke keluarga sanak saudara minta doa restunya agar diberikan kelancaran nanti di tanah suci. Intinya kita tinggal menunggu jadwal keberangkatan saja” kata Rini Rabu 3 Juni 2020 siang.

Selain persiapan pemberangkatan, Rini juga sudah menyiapkan oleh oleh yang akan dibagi setelah pulang nanti. Beberapa barang khas oleh oleh haji yang sudah dibeli antara lain kerudung, sajadah, tasbih dan beberapa barang lainnya.

“Oleh oleh sudah ada yang dibeli untuk umpul umpul. Ada sajadah kerudung dan tasbih. Rencana akan beli lagi kalau menjelang berangkat,” sambungnya.

Dikatakan pula, tradisi membuka meja untuk para tamu biasanya sudah dilakukan pada saat saat ini. Namun karena ada aturan sosial distancing terkait Covid-19, maka tidak dilakukan.

“Tidak buka meja untuk para tamu. Karena ada COVID-19, tapi saya sudah siapkan semuanya,” ungkap Rini.

Meski semua persiapan sudah dilakukan, namun Rini tidak kecewa dengan pembatalan ini. Dia akan menurut apapun yang telah diputuskan oleh pemerintah. Bahkan, tidak ada niatan untuk mengambil kembali uang yang sudah disetor ke KBIH.

“Ini bukan kesalahan KBIH. Ini sudah kehendak Allah, dan saya sudah lapang dada menerimanya sesuai keputusan pemerintah,” ujarnya.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Tinggalkan Balasan