Di Brebes, 934 Calhaj Gagal Berangkat Tahun Ini

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – Di Kabupaten Brebes, sebanyak 934 calon jamaah haji (Calhaj) dipastikan gagal berangkat pada tahun 2020 ini. Pembatalan ini karena belum ada persiapan dari pihak Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelenggaran ibadah haji tahun 1441 H atau 2020. Surat keputusan tersebut diterima Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Selasa 2 Juni 2020.

“Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 494 tahu 2020 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelengaraan ibadah haji, tahun 1441 H atau 2020 dipastikan gagal berangkat,” kata Madsoleh, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kantor Kemenag Brebes.

Jumlah calhaj yang terdaftar sebanyak 960 orang. Namun berdasarkan pelunasan yang masuk kuota pada hari terakhir 29 Mei sebanyak 934 yang akan diberangkatkan tahun ini. Jumlah ini sudah termasuk 8 orang Petugas Haji Daerah dan satu orang Pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh).

Secara umum, sambung Madsoleh, persiapan pemberangkatan haji di Brebes sudah selesai. Selain manasik, calhaj juga sudah mendapatkan imunisasi meningitis dan mendapatkan pasport. Namun karena persiapan di Arab dianggap belum siap, maka terpaksa dibatalkan.

“Yang sudah dibuka hanya Nabawi. Itupun buka terbatas. Hasil inveatigasi dari tim Kemenag, belum ada persiapan sama sekali untuk pelaksanaan haji terutama di Arofah, Muzdalifah dan Mina,” terang Madsoleh.

Sebelum diputuskan gagal berangkat, sempat muncul 3 opsi. Pertama berangkat penuh, berangkat terbatas dan dan tidak diberangkatkan total. Namun dari hasil investigasi tim Kemenag, akhirnya diputuskan gagal berangkat total.

Keputusan Kemenag ini, akan segera disosialisasikan kepada para jamaah calhaj melalui KBIH di mana jamaah mendapat bimbingan manasik haji.
Harapkan, para jamaah agar menerima dengan lapang dada dan bersabar ataa putusan ini.

“Kami minta supaya bersabar dan lapang dada. Mereka akan diberangkatkan tahun 2021,” pinta Madsoleh.

Sementara salah satu jamaah calhaj asal Brebes, Ajeng Kania Permanik (36) mengaku hanya bisa pasrah dengan keputusan ini. Menurutnya, dia bersama suami sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan haji.

Kontributor : Pedro
Editor         : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan