PKS Pemalang Bantah Usung Aziz-Mansur pada Pilkada Mendatang

FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pemalang, Suwarso, membantah partainya berkoalisi dengan PPP untuk mengusung Aziz-Mansur sebagai calon bupati pada Pilkada Pemalang mendatang, seperti gambar yang beredar di media sosial.

Bantahan itu disampaikan Suwarso, saat DPC PKB Pemalang, Iskandar Ali Syahbana, yang juga bakal calon Bupati Pemalang, kunjungi Kantor DPD PKS Pemalang, Sabtu 16 Mei 2020, tadi malam.

Mmendapat kunjungan dari ketua DPC PKB, Iskandar Ali Syahbana. Selain agenda silaturahmi politik, momen itu dijadikan sebagai klarifikasi terkait beredarnya gambar koalisi PPP-PKS-Nasdem yang mengusung dr Aziz-Mansur yang santer di medsos akhir-akhir ini.

Suwarso membantah validitas gambar tersebut, menurutnya, pihaknya tidak tahu siapa yang menggunggah dan apa motifnya karena tidak ada komunikasi sebelumnya.

“Untuk hal seperti itu tidak perlu dijadikan acuan, siapapun bisa membuatnya, yang jelas, PKS belum menentukan arah koalisi untuk Pilkada mendatang,” katanya kepada puskapik.com.

PKS mengingatkan hal yang sama sebelumnya juga pernah terjadi. Saat itu logo partainya dicatut dalam koalisi bersama PDIP-Golkar yang mengusung Agus-Eko sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Pemalang.

Ketua DPC PKB, Iskandar Ali Syahbana mengungkapkan, kunjungannya kali ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Mengingat sebelumnya Ketua DPD PKS juga sempat berkunjung ke kantor PKB dan menganggap momen ini sebagai kunjungan balasan.

“Komunikasi dengan PKS merupakan bagian dari proses berkesinambungan, bahkan sejak Pilbub kemarin di mana kami bergabung sebagai pendukung calon gubernur dalam satu koalisi,” ujarnya.

Saat disinggung terkait isu keretakan koalisi PPP-PKB-Nasdem, Iskandar dengan tegas membantah.

“Untuk koalisi kita masih saling komunikasi dan berkomitmen seperti komitmen yang kita bangun bersama sebelumnya, jadi isu keretakan tidak benar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sesuai regulasi Pemilu, untuk bisa mengusung pasangan calon dalam Pilkada Pemalang, partai harus memiliki 10 kursi di parlemen.

Maka di Pemalang hanya PDIP yang bisa mengusung calonnya tanpa koalisi, karena memiliki 15 kursi. Sedangkan sejumlah partai besar seperti Golkar, Gerindra, PAN dan terakhir Demokrat bergabung dengan PDIP, mengusung Agus-Eko.

Sedangkan PKS memiliki 6 kursi, dan PKB 9 kursi, jika kedua partai ini berkoalisi maka otomatis Pilkada Pemalang hanya diikuti oleh dua calon. Karena hanya meninggalkan PPP (7 kursi) dan Nasdem (1kursi) sehingga belum cukup untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada mendatang.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan