Tragis, Usai Pesta Miras Seorang Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Tim SAR gabungan melakukan pencarian jasad Sutrisno (22), Sabtu siang, 16 Mei 2020 yang tenggelam di sebuah Embung di Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi usai berpesta miras di pinggir embung pada Jumat sore, 15 Mei 2020. FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Suradadi – Naas menimpa Sutrisno (22), warga Dukuh Randu RT 6/RW 07, Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Pemuda lajang tersebut tewas saat berenang di sebuah Embung di Desa Kertasari RT 1/RW 7, Kecamatan Suradadi.

Tragisnya, korban yang bekerja sebagai ABK di Kapal Cumi ini tenggelam usai berpesta minuman keras Brangkal bersama sejumlah temannya pada Jumat sore, 15 Mei 2020. Dalam kondisi terpengaruh minuman keras, korban nekat berenang ke embung. Naas, sampai di tengah korban tenggelam. Teman-teman korban tak ada yang berani menolong karena takut ikut tenggelam.

“Berdasarkan informasi dari temannya, korban sempat berpesta miras di pinggir Embung pada Jumat sore kemarin, ” kata Kapolsek Suradadi, Iptu Bambang Waluya kepada Puskapik.com di lokasi kejadian, Sabtu siang, 16 Mei 2020.

Upaya pencarian jasad korban, kata Bambang, dilakukan sejak Jumat petang, 15 Mei 2020, melibatkan Tim SAR gabungan Basarnas Semarang, Satuan Sabhara Polres Tegal, Polair Polres Tegal, BPBD dan PMI Kabupaten Tegal. Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan Embung menggunakan perahu karet serta dengan penyelaman oleh Tim Basarnas.

“Kemarin (Jumat) sudah dilakukan pencarian tapi belum berhasil menemukan korban. Hari ini (Sabtu) dilanjutkan,” kata Bambang.

Ayah korban, Kartohin (50), yang ikut memantau proses pencarian, mengatakan, anaknya baru dua pekan pulang dari berlayar karena ingin berlebaran bersama keluarga. Menurutnya, sebelum kejadian anaknya berpamitan hendak mengganti oli sepeda motor.

“Pamitnya mau ganti oli motor. Minta uang Rp300.000 sama saya. Tak tahunya Jumat sore saya dapat kabar anak saya tenggelam di sini,” katanya.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR sekitar pukul Sabtu siang, 16 Mei 2020 sekitar pukul 13.00 WIB. Tangis keluarga korban langsung pecah saat mengetahui korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Kartohin bahkan langsung jatuh pingsan saat melihat jasad anaknya diangkat ke darat.

Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda tindak kejahatan pada tubuh korban. Korban di duga tenggelam karena mengalami kram perut dan kaki.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Murni karena tenggelam. Kemungkinan kram kaki atau perut,” kata Kapolsek Suradadi, Iptu Bambang Waluyo.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan