Menjaga Waras
- calendar_month Sen, 16 Mar 2020

LANGKAH Presiden Jokowi untuk tidak / belum menerapkan status lockdown dampak dari virus corona sudah benar. Tekanan dari pihak luar, termasuk WHO yang ‘memaksa’ agar Indonesia segera me-lock-down pada daerah yang dinyatakan telah terpapar, tidak harus diikuti. Indonesia negara berdaulat.Â
Keputusan menutup akses wilayah hanya akan memicu ketakutan dan rasa panik makin memuncak. Apalagi jika tidak dibarengi dengan persiapan yang matang dan kesiagaan pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan warga. Dan sebagai pemimpin, Jokowi harus bertindak cepat, agar publik tidak panik tetapi juga tidak abai pada bahaya di depan mata.
Pro-kontra adalah hal yang lazim dalam sebuah kebijakan. Mari kita ambil hikmah dari peristiwa ini. Barangkali kita sedang diingatkan untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Dan di saat semuanya kembali normal, semoga kita pun kembali pulih pada hakikat kehidupan yang sesungguhnya: merawat relasi dengan alam dan sesama makhluk lainnya.
Tak perlu panik berlebihan dengan corona, lalu tidak menjalani aktivitas seperti biasa. Hidup mati kita, Allah yang punya kuasa. waspada harus, phobia jangan.
Bukannya menganggap remeh dan tanpa mengurangi kewaspadaan. Tapi, respon pemerintah terhadap virus corona semestinya tidak perlu berlebihan seakan besok dunia mau kiamat, #sayagagalpaham.
Ketakutan dan kepanikan berlebihan sebagian masyarakat disumbang oleh wagunya pemerintah dalam merespon isu corona. Pada akhirnya, tingkah wagu juga polah para pemangku kebijakan di pemerintah pusat hingga pemerintah daerah membuat kita tidak tahu harus percaya kepada siapa.
- Penulis: puskapik