Rais Syuriah NU Kota Pekalongan: Bangun Sekolah Nusantara untuk Umat

0
Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan aparat berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan SDI Nusantara di Kota Pekalongan, Rabu (11/3/2020) malam. FOTO/PUSKAPIK/SURYONO

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, KH Zakaria Ansor mengatakan, pembangunan Sekolah Dasar Islam (SDI) Nusantara bukan semata untuk warga NU, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

“Siapa pun boleh sekolah di SDI Nusantara. Tentu kurikulumnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) karena SDI Nusantara didirikan oleh Nahdlatul Ulama,” katanya di Gedung Aswaja, Kamis (12/3/2020).

Dikatakan, pembangunan gedung SDI Nusantara sudah lama direncanakan dan pada 1 Maret 2020 telah dimulai pemasangan fondasi. Namun, secara resmi baru Rabu (11/3/2020) malam dilakukan peletakan batu pembangunan dengan diawali istighotsah wali kuthuban.

“Istighotsah wali kutuban ini untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan kelancaran serta pengelolaannya istiqamah dan santrinya berlimpah,” katanya.

KH Raden Abdul Hadi asal Kajoran, Kabupaten Magelang yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, ritual kali ini agak berbeda dengan istighotsah pada umumnya. “Karena namanya ‘Wali Kuthuban’ maka tata caranya juga berbeda, meski tujuannya sama yakni memohon kepada Allah SWT agar yang menjadi hajatnya dimudahkan dan dilancarkan,” katanya.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom mengatakan, pembangunan gedung SDI Nusantara dilakukan untuk meneruskan lembaga yang lebih dahulu sudah dibangun di kompleks yang sama yakni KB dan TK Islam Nusantara.

“Gedung SDI Nusantara akan dibangun 2 lantai dengan 10 kelas masih satu kompleks dengan Gedung Aswaja di Jalan Sriwijaya 2, Kota Pekalongan,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, pembangunan gedung yang menelan biaya sekitar Rp2 miliar untuk tahap pertama akan dibangun 1 lantai dulu dengan harapan tahun depan sudah bisa menerima murid baru.
“Ya dibangun secara bertahap sesuai kebutuhan,” paparnya.

Menurutnya, peletakan batu pertama juga bagian dari perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-97 Nahdlatul Ulama, untuk mengingat spirit NU dalam berkhidmah kepada nusa dan bangsa. “Kita ingin momentum Harlah ke-97 NU ada sesuatu yang diingat yakni memulainya pembangunan SDI Nusantara di Kota Pekalongan,” katanya.

Hadir pada acara peletakan batu pertama jajaran PCNU Kota Pekalongan, MWCNU, Ranting NU dan Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz yang juga pengurus PCNU Kota Pekalongan periode 2002-2007.(YON)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini