Diguyur Hujan, Boyongan Replika Saka Sipanji Tetap Dinanti
- calendar_month Sab, 15 Feb 2020

Tradisi gotong-royong atau sambatan yang biasa disebut "Rengos" replika Saka Sipanji dilaksanakan Sabtu (15/2/2020). FOTO/PUSKAPIK/DOK.HUMAS PEMKAB BANYUMAS

PURWOKERTO (PUSKAPIK) – Tradisi gotong-royong atau sambatan yang biasa disebut “Rengos” replika Saka Sipanji dilaksanakan Sabtu (15/2/2020). Tradisi tahunan menyambut Hari Jadi Banyumas itu diberangkatkan dari Pendapa Duplikat Sipanji Kecamatan Banyumas sekitar pukul 10.15 WIB oleh Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono. Sekda berpesan kepada para punggawa untuk berhati-hati membawa saka Sipanji menuju Purwokerto.
“Sesampainya di Purwokerto segera dirikan saka Sipanji, setelah pembangunan selesai jangan lupa selenggarakan hiburan lengger,” katanya.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Banyumas, Deskart Sotyo Djatmiko mengatakan, prosesi boyongan dilakukan oleh para peraga yang terdiri dari ASN, pelajar, seniman dan juga warga. Sambatan atau rengos membawa saka secara estafet dengan berjalan kaki.
“Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji dengan cara sambatan atau ‘rengos’. Sebanyak tiga saka diboyong dari Banyumas dan satu saka (Saka Sipanji) seakan-akan sudah dibawa sebelumnya ke arah timur tidak melewati Sungai Serayu dan ketemu di Alun-alun Purwokerto dari arah barat, karena menurut hikayatnya apabila saka tersebut melewati Sungai Serayu akan berakibat bencana banjir,†katanya.
Rute yang dilewatinya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni melalui jalur utama dari Kecamatan Banyumas, Kalibagor, Sokaraja, Kelurahan Berkoh, Jalan Jenderal Soedirman hingga menuju Pendopo di Alun-Alun Purwokerto.
“Ketika memasuki Kota Purwokerto mulai disambut hujan, namun tidak menyurutkan langkah peserta dan penonton tetap setia menanti,” katanya.
- Penulis: puskapik