Musim Hujan Omset Penjual Buah Turun

Toko kios buah Suyati, Pasar Limpung-Batang, Jumat (14/2/2020)FOTO/PUSKAPIK/MUJAHIDIN

BATANG (PUSKAPIK)- Musim hujan omset penjual buah menurun drastis dan buah cepat membusuk. Pedagang kesulitan menjual karena sepi pembeli.

Suyati, penjual buah di pasar Limpung, Batang, Jumat (14/2/2020) menginformasikan kepada Puskapik, musim hujan omset turun sampai 50%, bahkan sampai 80% saat Januari lalu.

“Awal masuk penghujan buah tidak laku dan kita sempat buang berkilo kilo buah karena busuk, ditambah tukang jus juga tidak pada ambil buah lagi”, ujarnya.

Suyati dan penjual buah lainnya mengaku saat musim kemarau, dia dan teman-teman pedagang bisa setiap hari membeli stok buah segar untuk dijual kembali. “Sekarang kulakan buah bisa sampai tiga atau empat hari baru kulakan lagi”, jelasnya.

Omset penjualan Suyati, bisa mencapai Rp 2.000.000 per hari saat musim kemarau. Kini hanya Rp 500.000 saat musim hujan. Ia membeli buah dari Weleri pukul 03.00 WIB dan menggelar lapak sendiri pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. (MJ)

Tinggalkan Balasan