10 Tahun Dana Desa Brebes: Tikus Anggaran, Jalan Berlubang Hingga Warga Melawan
- calendar_month Jum, 4 Jul 2025


PUSKAPIK.COM, Brebes – Kericuhan pecah di Balai Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, pada Rabu siang, 2 Juli 2025. Aksi warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Desa Luwungragi menuntut transparansi anggaran Dana Desa berubah panas. Pelemparan botol air mineral dan adu mulut mewarnai audiensi terbuka.
Warga menuding Kepala Desa Akhmad Burhanudin menyalahgunakan Dana Desa untuk bermain judi online.
“Kami punya bukti bahwa dana desa digunakan untuk judi slot! Ini bukan fitnah,” teriak seorang warga dari tengah kerumunan.
Burhanudin membantah keras. Dalam forum itu, ia menjawab dengan suara meninggi.
“Saya tidak pernah bermain judi online! Tuduhan ini sangat keji.”
Namun warga tetap bersikeras. Selain soal judi, mereka mempertanyakan proyek rabat beton dan posyandu yang hingga pertengahan tahun belum terealisasi, padahal tercantum dalam APBDes.
Akhirnya, pada Jumat, 4 Juli 2025 sejumlah warga Luwungragi menyerahkan laporan dan bukti dugaan kades bermain judi online.
“Hari ini kami telah laporkan dan menyerahkan bukti dugaan Kades Luwungragi bermain judi slot,” ungkap Muhammad Farhan Al Farizi saat ditemui wartawan di Kantor Kejari Brebes.
Pasar Pangebatan: Aksi Susulan, Tuntutan yang Sama
Dua hari sebelum demo di Luwungragi, pada Senin, 30 Juni 2025, sekelompok warga Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung merencanakan aksi serupa di Pasar Buaran. Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Desa Pangebatan menuntut transparansi Dana Desa dan audiensi dengan Pemdes.
Menurut laporan yang diterima, rapat persiapan dilakukan Sabtu malam, 28 Juni 2025, di salah satu rumah warga. Dani Ahong disebut sebagai korlap, meski belum dapat dikonfirmasi. Aparat mencatat lokasi aksi yang berdekatan dengan pusat aktivitas pasar berisiko mengganggu ketertiban.
- Penulis: puskapik