Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode

Padat Karya, Pemkot Libatkan Warga Sekitar Tangani Enceng Gondok di Aliran Sungai

  • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Tanaman enceng gondok yang tumbuh subur di aliran Sungai Kota Pekalongan terus dibersihkan dan ditangani oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui dinas terkait. Kali ini, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan Padat Karya Normalisasi Sungai Lodji yang dipimpin langsung oleh Plt Walikota Pekalongan, H Salahudin, berlangsung di bantaran Sungai Lodji Kota Pekalongan, Senin (21/10/2024). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, Kepala BPJamsostek Cabang Pekalongan, Dedi Dermawan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dwi Yuniastuti, Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, Kerusakan dan Penataan Ruang Terbuka Hijau pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Adi Usnan, Kepala Bidang Penempatan Kerja, Pelatihan dan Produktivitas pada Dinperinaker, Indria Susanti, Camat Pekalongan Timur, Darminto, Lurah Kauman, Mustofa Hadi, dan Lurah Bendan Kergon, Riskiyah.
Plt Walikota Pekalongan, H Salahudin mengungkapkan bahwa, padat karya pembersihan enceng gondok ini dilakukan di sepanjang aliran Sungai Lodji terutama Jembatan Gambaran ke Utara dan Selatan di wilayah Kauman hingga Bendan Kergon ( dari jagalan sampai jembatan Hayam Wuruk). Di aliran sungai kedua wilayah tersebut juga sudah disiapkan jaring dan tim Jogo Kali DLH. Pembersihan enceng gondok ini melibatkan 58 warga dari 2 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan yakni Kelurahan Kauman dan Kelurahan Bendan Kergon.
“Kegiatan padat karya ini dilakukan selain untuk membantu pembersihan juga untuk memberdayakan masyarakat sekitar, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat, mengurangi angka pengangguran, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Dengan harapan mereka bisa menularkan kegiatan positif ini agar masyarakat tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai,”ucapnya.
Menurutnya, dalam kegiatan ini, masyarakat yang ikut serta melakukan pembersihan enceng gondok dengan menggunakan jangkar yang ditarik, sabit, dan armada perahu DLH untuk mempercepat pembersihan. Mereka yang dilibatkan ini diutamakan yang tinggal di pinggiran sungai dan diberikan bantuan transport (banpot) selama mengikuti padat karya yang berlangsung 15 hari.
“Mereka mendapatkan banpot  sebesar Rp50 ribu untuk bekerja setengah hari selama 15 hari ke depan. Kegiatan padat karya ini kami mulai dari titik-titik aliran sungai yang ada di pinggir jalan dan akan berkelanjutan ke titik-titik aliran sungai lain yang terdapat banyak tumpukan enceng gondok maupun sampah,”tegasnya.
Salah satu warga Kauman yang turut dilibatkan dalam padat karya ini, Mashuri mengaku senang bisa turut andil dalam pembersihan enceng gondok ini. Ia yang kesehariannya sebagai pedagang ini sebelumnya juga pernah membuat kerajinan enceng gondok seperti tas, sepatu, sandal, dan sebagainya.
“Akhir-akhir ini Saya ingin memunculkan ide kreativitas untuk mengubah enceng gondok ini menjadi kerajinan lagi. Selain ikut bersih-bersih, juga Saya rencananya ingin mencari dan mengumpulkan limbah enceng gondok ini untuk bisa diolah menjadi kerajinan seperti tas, sepatu, sandal, dan sebagainya,”tutur Mashuri.
Terlebih, saat ini masih banyak warga yang menganggur, sehingga pihaknya ingin mengajak warga agar bisa memanfaatkan limbah enceng gondok ini untuk menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kalau panjang enceng gondok ini memenuhi syarat sekitar Saya ingin mengumpulkan limbah enceng gondok ini untuk kemudian dijemur kurang lebih 2 minggu. Setelah enceng gondok ini kering bisa diolah menjadi kerajinan. Sebelumnya, Saya pernah produksi sendiri, enceng gondoknya harus membeli ke daerah Rawa Pening. Untuk enceng gondok disini sebenarnya bisa dimanfaatkan lagi. Harga jual kerajinan dari limbah enceng gondok, kisaran Rp20 ribu untuk sandal, tas bisa mencapai Rp100 ribuan. Terlebih, kerajinan enceng gondok ini lebih awet dan bisa diekspor hingga beberapa negara seperti Jepang, Perancis, dan lain-lain,”pungkasnya. (**)
Bagikan Ke Teman
  • Penulis: puskapik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korsleting Listrik, Rumah Kaliri Terbakar

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pemalang – Diduga akibat korsleting listrik, rumah milikKaliri (70), warga RT 01 RW 01 Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Warungpring, Pemalang, sekira pukul 15.15 WIB Selasa 30 Juni 2020, terbakar. Informasi yang dihimpun puskapik.com, Rabu 1 Juli 2020, menyebut, kebakaran diduga akibat korsleting listrik di kamar kosong yang berisi penyimpanan barang kardus. Saksi mata Tio, warga […]

    Bagikan Ke Teman
  • Medhang Bareng Pak Jun, Serap Aspirasi Masyarakat Comal

    • calendar_month Ming, 29 Des 2019
    • 0Komentar

    PEMALANG (PUSKAPIK) – Comal Unity, sebuah komunitas yang terdiri dari berbagai kumunitas di kecamatan Comal, lewat kegiatan Medang Bareng yang digelarnya di Cafe Legita Comal, Bupati Pemalang Junaedi melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat guna menyerap aspirasi-aspirasinya. Dialog yang dikemas dalam tajuk “Medhang Bareng Pak Jun” juga dihadiri Pj. Sekda Kabupaten Pemalang, Drs.Nugroho Budi Raharjo, MM. […]

    Bagikan Ke Teman
  • Vaksinasi Covid-19 bagi Petugas Pelayanan Publik Mulai Pertengahan Februari 2021

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COK, Kota Pekalongan – Usai pelaksanaan vaksinasi Sinovac terhadap seluruh tenaga kesehatan selesai dilakukan, program vaksinasi akan diteruskan untuk menyasar kalangan prioritas tahap dua, yakni petugas pelayanan publik. Pelaksanaan vaksinasi tahap II bagi petugas pelayanan publik di Kota Pekalongan dijadwalkan 22-28 Februari 2021. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto saat […]

    Bagikan Ke Teman
  • Pemadaman PJU di Kota Tegal Rawan Kecelakaan dan Kriminalitas

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Tegal – Pemadam Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tegal mulai dikeluhkan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Pasalnya, selain menjadikan suasana jalan di perkotaan menjadi gelap gulita, kondisi itu juga dinilai rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas. Seperti terlihat dalam video kecelakaan lalu lintas di depan RSUD Kardinah Kota Tegal, Selasa pagi, 7 […]

    Bagikan Ke Teman
  • Tak Pakai Masker, 15 Warga Disidang di PN Banyumas

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Banyumas – Pengadilan Negeri Banyumas, Jumat 8 Mei 2020, menggelar sidang perdana perkara pelanggaran tidak memakai masker. Tindak pidana ringan bagi warga yang melanggar Perda Kabupaten Banyumas No 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Banyumas. Sidang yang digelar secara virtual di Pendopo Kecamatan Banyumas, tersebut merupakan sidang yang baru pertama […]

    Bagikan Ke Teman
  • Pemalang Dapat Penghargaan Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2024
    • 0Komentar

    PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang mendapat penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) atas komitmennya mengimplementasikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penghargaan Implementasi KTR itu diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto kepada Pjs Bupati Pemalang, Agung Hariyadi di Hotel Sahid Raya Convention & Exhibition Center, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/11/2024). Diketahui, total […]

    Bagikan Ke Teman
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!
expand_less