AMPERA Desak APH Usut Dugaan Jual Beli Proyek APBD Pemalang
- calendar_month Jum, 16 Sep 2022


PUSKAPIK.COM, Pemalang – Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (AMPERA) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut dugaan jual beli proyek di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemalang 2022.
Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemalang, FH, disebut-sebut menjadi aktor pengobral proyek penunjukan langsung (PL) bernilai miliaran rupiah ini.
Bahkan, saat ini beredar data plotting siapa saja rekanan dan orang-orang tertentu yang disebut mendapatkan alokasi proyek itu. Tak tanggung-tanggung, sejumlah institusi bahkan dicatut namanya dalam data yang beredar.
Menurut sejumlah sumber di kalangan rekanan, proyek dengan nilai rata-rata per-paket Rp 200 juta itu dibanderol fee 10-12 persen. Beberapa rekanan bahkan mengaku sudah menyetorkan duit fee untuk pengkondisian proyek tersebut.
Terkait persoalan ini, Aktivis AMPERA, Andi Rustono, mendesak agar KPK, Kepolisian atau Kejaksaan untuk mengusut dugaan korupsi jual beli proyek tersebut. Apalagi, nama sejumlah institusi bahkan sudah dicatut.
“Ini tidak bisa terus dibiarkan. Modus kotor seperti ini sudah berlangsung lama, dan ini masih saja terjadi bahkan jauh lebih parah dan terang-terangan,” ujarnya, Jumat 16 September 2022.
APH kata Andi, seharusnya sudah bisa mengambil langkah hukum tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. “Panggil dan periksa semua pihak yang terlibat. Siapapun pelakunya, apapun jabatannya, harus ditangkap,” tegasnya.
Ikut campurnya pihak luar yang mengkondisikan proyek itu dibenarkan Kepala Bidang Bina Marga DPU-TR Pemalang, Abdul Muiz. Hanya saja, Abdul Muiz tidak menyebut siapa aktor yang bermain mengkondisikannya.
- Penulis: puskapik