Di Lapas Slawi, Napi Teroris Jadi Pengibar Merah Putih

AT (tengah) seorang narapidana teroris (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi, Kabupaten Tegal saat menjadi petugas pengibar bendera merah putih dalam upacara peringatan Kesadaran Nasional di lapangan Lapas setempat, Senin pagi, 18 Oktober 2021.FOTO/PUSKAPIK/SR
Iklan

PUSKAPIK.COM, Slawi – AT, seorang narapidana teroris (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi, Kabupaten Tegal menjadi petugas pengibar bendera merah putih dalam upacara peringatan Kesadaran Nasional di lapangan Lapas setempat, Senin pagi, 18 Oktober 2021.

“Saya senang sekali dipercaya menjadi petugas pengibar bendera merah putih. Ini pertamakali saya jadi petugas pengibar bendera,” kata, AT saat ditemui usai upacara.

Napiter yang terjerat kasus penyerangan dan penusukan Mantan Kemenkumham, Wiranto, itu mengaku semakin mantap mendukung Merah Putih dan mengakui NKRI.

“Saya sangat berterima kasih karena sudah dipercaya menjadi petugas upacara. Saya semakin mantap NKRI,” ujarnya.

Sebelum mengikuti upacara, AT mengaku berlatih selama sepekan dibawah arahan petugas Lapas. Meski awalnya ada rasa tidak percaya diri, ia pun berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik menjadi pegibar sangsaka merah putih.

“Ya awalnya grogi sih, karena selama sekolah juga gak pernah ikut upacara bendera,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Taufiqurahman juga mengungkapkan penyesalannya karena terlibat kasus teror. Dengan kesadarannya ia pun menyatakan kembali ke NKRI.

Kepala Lapas Kelas IIB Slawi, Kabupaten Tegal, Mardi Santoso mengatakan peringatan Hari Kesadaran Nasional diperingati setiap tanggal 17 melibatkan para napi yang terjerat berbagai kasus. Selain kasus teroris, ada juga kasus narkoba, penganiayaan dan pencurian.

Mardi menyebut, tujuan pelibatan para napi dalam kegiatan upacara adalah untuk membangun dan memperkokoh rasa kecintaan para warga binaan kepada bangsa dan negara.

“Para napi ini kan dari berbagai kelompok, etnis, daerah dan agama. Jadi kita ingin menyamakan bahwa mereka itu satu, satu tanah air indonesia,” tegasnya.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Amin Nurrokhman

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini