3000 Ha Tambak di Pesisir Utara Brebes Hilang Terkikis Abrasi

Iklan

PUSKAPIK.COM, Brebes – Kerusakan hutan pantai dan global warming memicu sekitar 3000 hektar lahan tambak di pesisir utara Brebes, hilang terkikis air laut atau abrasi.

Persoalan abrasi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sudah banyak lahan tambak warga yang hilang akibat abrasi ini. Hilangnya daratan akibat tergenang air laut ini sudah menjadi ancaman nyata warga masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes.

Dari tahun ke tahun, proses alam ini masih terus berlangsung hingga kini. Bahkan di sejumlah wilayah, proses abrasi ini makin parah. Terjangan air laut semakin menjadi dan mengancam lahan lahan milik penduduk setempat.

Data di Dinas Perikanan Brebes menyebut, luas lahan tambak di Brebes mencapai 12 ribu hektar. Lahan tambak ini berada di 13 desa di lima kecamatan pesisir, masing masing; Brebes, Wanasari, Bulakamba Tanjung dan Losarri. Akibat terkena abrasi, 3000 hektar di antaranya sudah rusak alias tergenang air laut.

“Sekitar 3000 hektar dari 12 ribu lahan tambak di wilayah pesisir utara sudah rusak. Dari lima kecamatan yang terdampak, tiga kecamatan, masing masing Brebes, Wanasari dan Losari merupakan yang terparah,” ungkap Iskandar Agung, Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Brebes, Rabu 13 Oktober 2021.

Menurut Iskandar Agung, saat ini sekitar 4.000 ha lahan yang perlu mendapat perhatian serius dan harus dijaga. Karena sekitar 2.000 ha dari 4000 lahan itu sudah kritis akibat abrasi. Sedangkan sisanya sudah bisa tertangani dengan mangrovisasi.

“Sebetulnya ini terkait dengan isu pemanasan global juga. Jadi memang sebetulnya ada teknologi terkait dengan penanganan abrasi ini, di antaranya melalui metode vegetasi. Jadi penguatan sabuk pantai dengan penanaman penanaman vegetasi lokal seperti mangrove dan lainnya,” terang Iskandar.

Salah satu desa yang terkena abrasi cukup parah adalah Randusanga Kulon Kecamatan Brebes. Afan Setiyono, Kepala Desa Randusanga Kulon mengatakan, sekitar 750 dsri 1300 hektar lahan tambak di wilayahnya sudah hilang terkena abrasi.

Dampak abrasi ini kata Kades juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Di mana setiap sore air sudah masuk ke pemukiman penduduk sehingga mengganggu aktifitas warga.

“Di desa kami ada 1300 hektar tambak dan yang rusak akibat abrasi sebanyak 750 hektar. Ini sangat mempriihatinkan karena juga mengganggu kegiatan ekonomi warga. Karena akibat abrasi ini hampir setiap sore air naik ke pemukiman warga. Ini sangat mengganggu aktifitas warga,” ucap Afan Setiyono

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Amin Nurrokhman

 

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini