Pemkab Pemalang dan Unicef Akan Luncurkan Program Njuh Sekolah Maning

Person In Charge (PIC) UNICEF, Ikmaludin Aziz, Senin, 6 September 2021 mengatakan, persoalan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab bersama. FOTO/PUSKAPIK/IST
Iklan

PUSKAPIK.COM,Pemalang – Tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pemalang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah dan Unicef sebagai lembaga dunia yang menangani persoalan anak-anak.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 diketahui bahwa anak tidak sekolah di Kabupaten Pemalang sebanyak 29.840 anak.

Person In Charge (PIC) UNICEF, Ikmaludin Aziz, Senin, 6 September 2021 mengatakan, persoalan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab bersama, apalagi di situasi pandemi virus corona seperti sekarang, membutuhkan kerja lintas sektoral.

“Persoalan anak putus sekolah tanggung jawa kita bersama, Pemerintah Daerah dan dunia usahaā€¯. Kata Ikmal.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkab Pemalang bersama Unicep akan meluncurkan Program Njuh Sekolah Maning yang berari mari sekolah lagi. “Njuh Sekolah Maning, untuk anak-anak yang putus sekolah karena faktor biaya atau pun perosalan lainnya. Kami berupaya memberikan solusi agar anak yang pustus sekolah kembali bersekolah,” katanya.

Lebih lanjut Ikmal mengatakan, kategori anak tidak sekolah ada tiga. Pertama tidak pernah sekolah. Kedua Putus sekolah tanpa menyelesaikan jenjang pendidikannya. Ketiga, putus sekolah tanpa melanjutkan ke jenjang pendidikannya yang lebih tinggi.

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka anak tidak sekolah. Antara lain faktor ekonomi atau tidak ada biaya, fasilitas pendidikan yang jauh, kawin bocah, disabilitas, kurang perhatian orang tua atau harus bekerja.

Dari persoalan itu, Unicef dan Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen bisa mengembalikan anak bersekolah lagi, tentu ini dibutuhkan kerja sama semua pihak. Ke depannya, Pemkab dan Unicef juga akan menggandeng pelaku dunia usaha.

Sementara mengenai Program Gerakan Remaja Hebat, lanjut Ikmal, adalah sebuah program yang diadaptasi dari program lingkar remaja yang dikembangkan Unicef. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi remaja, khususnya kompetensi komunikasi, menyelesaikan masalah, berfikir kritis, membuat keputusan, kreativitas dan kemampuan bekerja sama serta mengelola stres.

“Tujuan akhirnya yaitu keterlibatan para remaja dalam proses pembangunan di desanya masing-masing dan tentunya peran serta pemerintah desa,” ujar Ikmal.

Ada empat desa yang akan dijadikan pilot project dalam program ini, yaitu Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal; Desa Sitemu, Kecamatan Taman; Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan; dan Desa Sikayu, Kecamatan Comal.

“Perwakilan masing-masing desa tersebut sudah kami latih secara daring bersama seluruh desa di Indonesia yang menjadi piloting Unicef dan untuk meningkatkan kembali kemmapuannya akan dilatih kembali secara offline,” katanya.

Kontributor: Dedi Muhsoni
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini