Berharap Guci Segera Dibuka untuk Wisatawan, Pelaku Usaha Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor UPTD OW Guci, Kabupaten Tegal, Selasa siang, 24 Agustus 2021. FOTO/PUSKAPIK/SAKTI RAMADHAN
Iklan

PUSKAPIK.COM, Slawi – Para pelaku usaha di lokasi wisata Guci, Kabupaten Tegal, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 di kantor UPTD Objek Wisata Guci, Selasa siang, 24 Agustus 2021. Mereka berharap setelah semua pelaku usaha mendapat suntikan vaksin Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tegal segera membuka kembali Guci yang sudah hampir 3 bulan ditutup karena adanya penerapan PPKM.

“Setelah divaksin mudah-mudahan Guci bisa segera dibuka, sehingga para pelaku usaha ada pemasukan,” kata Koordinator Paguyuban Pelaku Usaha Objek Wisata Guci, Jaenal, usai mengikuti vaksinasi.

Jaenal mengungkapkan, ada sekitar 1.073 pelaku usaha yang kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya Guci. Mereka berasal dari sektor pedagang pasar, tukang ojek, karyawan hotel dan villa, jasa persewaan Kuda dan kendadaraan wisata, serta karyawan wahana wisata air.

Selama Guci ditutup, tak sedikit dari mereka yang alih profesi menjadi kuli bangunan. Bahkan, karena sama sekali tak memiliki penghasilan, ada yang sampai menjual aset miliknya sekedar untuk makan dan mencukupi kebutuhan lainnya.

“Mereka terpaksa banting stir menjadi kuli bangunan. Bahkan ada yang menjual aset seperti motor dan perabotan rumah untuk makan,” kata Jaenal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal, Saidno menjelaskan pihaknya belum dapat memenuhi keinginan para pelaku usaha agar Guci dibuka untuk wisatawan karena Kabupaten Tegal masih termasuk dalam PPKM level 3. Ia harus mematuhi peraturan Instruksi Mendagri.

“Kabupaten Tegal dalam inmendagri kan level 3. Yang mana ketentuannya fasilitas publik termasuk tempat wisata harus ditutup sementara,” kata Saidno.

Namun, imbuh Saidno, atas arahan Bupati Tegal Umi Azizah pihaknya telah berkirim surat ke Mendagri, Menteri Pariwisata dan Gubernur Jawa Tengah, meminta Guci bisa dibuka untuk wisatawan dengan syarat dan terbatas. Yakni pembatasan 25% pengunjung dan syarat pengunjung harus sudah vaksin.

“Guci dengan kekhasannya sebagai daya tarik wisata, penduduknya disini kan butuh dipikirkan,” ujar Saidno.

Untuk mendukung percepatan vaksinasi bagi para pelaku usaha di Objek Wisata Guci, Dinas Pariwisata tidak hanya menggandeng Dinas Kesehatan, namun juga TNI-Polri, serta legislator agar target percepatan vaksinasi tercapai.

“Seperti hari ini, kami menggandeng Dinas Kesehatan dan Ibu Dewi Aryani anggota DPR RI untuk percepatan vaksinasi,” kata Saidno.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini