PPKM Darurat, Pedagang di Alun-alun Pemalang Jual Gerbang Rumah, Begini Ceritanya

0
Walisa Hermanto, Ketua Paguyuban Agung Mandiri (pedagang di Alun-alun Pemalang).FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pedagang di Alun-alun Pemalang akui sudah mulai menjual barang-barang pribadi, hingga gerbang rumah, akibat tak bisa berjualan, tak ada pemasukan.

Hari ini, Kamis 15 Juli 2021, hari ke-13 pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali, guna mengurangi mobilitas masyarakat.

Di Kabupaten Pemalang, kebijakan PPKM Darurat ini ditindaklanjuti dengan pemberlakuan jam malam, serta penutupan sejumlah akses jalan.

Penutupan jalan ini juga dilakukan secara ketat pada akses menuju pusat kota, Alun-alun Pemalang.

Walhasil, para pedagang di sekitar ruang terbuka dengan monumen nanas yang ikonik itu, terpaksa tak bisa berjualan.

Walisa Hermanto, Ketua Paguyuban Agung mandiri, mengungkapkan, dampak PPKM Darurat sangat dirasakan pedagang.

“Apalagi istilahnya PPKM Darurat ini dadakan, enggak ada pemberitahuan sama sekali,” kata Hermanto.

Karena tak bisa berjualan, tutur Hermanto, dirinya dan pedagang lain sudah mulai ngutang sana-sini untuk menyambung hidup.

“Apa yang kita punya, kita jual untuk makan. Utang ke warung-warung sudah numpuk,” ungkap Hermanto kepada puskapik.com.

Apalagi mendengar adanya wacana PPKM Darurat diperpanjang hingga 4-6 Minggu, kata Hermanto, sangat berat bagi pedagang.

“Ini aja udah banyak yang dijual. Misalkan ada yang mau baju bekas saya, ya saya jual kok,” jelasnya.

Bahkan Hermanto mengaku, dirinya sempat hendak mencoba mencari kerjaan sampingan menjadi kuli proyek, namun tak diterima.

“Jadi untuk sambung-sambung urip enggak bisa, bahkan ada teman kami sampai jual gerbang rumah,” tutur Hermanto.

Hermanto berharap, ke depannya pemerintah pusat maupun daerah
memberikan kebijakan, agar tak memberatkan.

“Cukup lah sampai tanggal 20 saja, karena kami pedagang harus mencari rezeki lagi,” tandasnya.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor: Amin Nurrokhman

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini