Pemkab Batang Wacanakan Produk Wanho Dipasarkan di Indonesia

0
Bupati Batang Wihaji meninjau proses pembuatan miniatur mobil yang diproduksi oleh PT Wanho Industries Indonesia. FOTO/PUSKAPIK/SURYO SUKARNO

PUSKAPIK.COM, Batang – Bupati Batang Wihaji meninjau langsung proses pembuatan miniatur mobil yang diproduksi oleh PT Wanho Industries Indonesia. Melihat pangsa pasar yang menjanjikan, produk Wanho diwacanakan juga dipasarkan di wilayah Indonesia.

Kunjungan Wihaji ini sebagai tindak lanjut pasca peluncuran aplikasi Batang Karir, yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Ternyata produk-produk yang dihasilkan bagus, berupa miniatur mobil, yang pangsa pasarnya semua ekspor,” kata Wihaji usai meninjau proses produksi PT Wanho Industries di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Ikut mendampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Suprapto dan instansi terkait lainnya.

Menurut Wihaji, ke depan tidak menutup kemungkinan, produk Wanho juga akan dipasarkan di Indonesia. Sampai saat ini miniatur mobil-mobilan hasil produksinya dipasarkan di mancanegara.

“Produknya juga bisa beragam, makanya dibutuhkan desain grafis yang nantinya bisa memproduksi selain miniatur mobil, selama pasarnya menjanjikan,” katanya.

Bupati menyatakan bahwa gaji pekerja di PT Wanho standar rata-rata Upah Minimum Kabupaten (UMK). Jika ada lembur bisa mencapai Rp4 juta. Jumlah pekerja sebanyak 150 orang dan hingga akhir tahun ini menargetkan 1.000 karyawan baru,” katanya.

Wihaji berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Batang mempersiapkan diri, terutama lulusan SMK/SMA maupun S1 dan S2. “Bagi warga Batang bisa melamar melalui aplikasi Batang Karir,” tegasnya.

Direktur PT Wanho Industries, Mr Tam Chit Ho melalui penerjemahnya, Mita mengatakan, jumlah produk yang dihasilkan setiap tahun bisa mencapai lebih dari 1.000 unit. “Semua produknya diekspor ke luar negeri seperti ke Amerika Serikat dan Australia,” katanya.

Mr Tam Chit menyatakan bahwa perusahaannya masih membutuhkan banyak tenaga ahli. Salah satunya tenaga teknis dan desain grafis, sekitar 100 karyawan.

Manajer HRD Agnes Galih menyampaikan, setiap harinya mampu memproduksi sampai 1.200 unit dan dijual dengan harga Rp400.000 hingga Rp500.000 per unit.

“Produknya beragam, tergantung ukurannya, ada yang 1:12 dan 1:24. Produk buatan kami dirancang lebih detail dan lebih mirip dengan aslinya, karena itu yang menjadi tuntutan dari konsumen, dengan tetap menjaga kualitas,” katanya.

Menurutnya, produk Wanho diekspor hingga ke Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan China. Untuk saat ini masih berfokus pada pasar luar negeri, tapi tidak menutup kemungkinan membuka kesempatan untuk pasar lokal.

“Sebenarnya animo konsumen lokal dengan produk kami juga sudah banyak yang menanyakan,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini