KONI Kabupaten Pekalongan Audiensi ke DPRD, Pertanyakan Besaran Dana Hibah

0
KONI Kabupaten Pekalongan mengadu ke DPRD terkait anggaran dana hibah dan persoalan keolahragaan di Kota Santri. FOTO/PUSKAPIK/SURYO SUKARNO

PUSKAPIK.COM, Kajen – Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI) Kabupaten Pekalongan mengadu ke DPRD terkait anggaran dana hibah dan persoalan keolahragaan di Kota Santri.

Dalam audiensi tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Pekalongan Kholis Jazuli didampingi segenap anggota, turut hadir Ketua Umum Koni Kabupaten Pekalongan yang diwakili Ketua 1 Suryo Sukarno beserta pengurus, perwakilan Dinporapar yakni Kabid Olahraga Subkhan serta dari unsur Bappeda Kabupaten Pekalongan.

Dalam kesempatan itu, Suryo menuturkan, tahun sebelumnya, KONI Kabupaten Pekalogan mendapat alokasi dana sebesar Rp2 miliar dan telah digunakan secara maksimal untuk kebutuhan keolahragaan. “Tahun ini, anggaran KONI hanya Rp200 juta, karena alasan refocusing. Pengurangan yang terlalu jauh itu menjadi problem tersendiri bagi kami selaku pengurus,” katanya.

Padahal, menurutnya, tahun ini, ada banyak kegiatan keolahragaan yang membutuhkan banyak biaya. “Ada Dulongmas, dan Pra Porprov. Sebetulnya kita sudah persiapkan Porkab untuk menghadapi dua even tersebut, namun karena alokasi hibah terlalu kecil, maka even tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan,” katanya.

Suryo menambahkan, saat ini prestasi Kabupaten Pekalongan di tingkat Jawa Tengah ada diposisi 28 dari 35 kota/kabupaten. Untuk itu diperlukan kepedulian bersama untuk mengembangkan bidang olahraga yang juga dapat menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat.

“Kota dan kabupaten sebelah kita, dana hibah untuk olahraga masih cukup besar meski ada refocusing, yakni berkisar antara Rp1,7 hingga Rp2 miliar. Untuk itu, kita mengajak semua pihak untuk duduk bersama memikirkan olahraga di Kota Santri ini. Semoga ada solusi terbaik agar Kabupaten Pekalongan tidak semakin tertinggal dalam hal prestasi olahraga,” katnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pekalongan Kholis Jazuli menuturkan, bahwa dana hibah untuk KONI sebesar Rp200 juta masih sangat minim. Karena itu pihaknya mengajak kepada pemerintah daerah untuk bisa menambah alokasi dana hibah pada anggaran perubahan atau mendahului perubahan.

“Semoga nanti di perubahan anggaran ada perbaikan. Sehingga alokasi dana untuk Koni bisa ditamba,” katanya. “Karena bagaimanapun olahraga merupakan salah satu aspek penting dan bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat,” kata Kholis.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini