Pendangkalan Muara Tanjungsari Belum Tertangani, HNSI Segera ke DPRD Pemalang

Salah satu perahu nelayan Tanjungsari yang rusak akibat dampak pendangkalan muara pelabuhan Tanjungsari, FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebupaten Pemalang berencana beraudiensi di DPRD Pemalang Senin 12 April 2021.

Audiensi ini guna mempertanyakan nasib nelayan Tanjungsari dan Widuri akibat pendangkalan muara sungai pelabuhan Tanjungsari yang sampai saat ini belum tertangani.

“Surat sudah diterima DPRD, sudah 3 bulan pendangkalan terjadi tetapi belum ada penanganan sama sekali sampai hari ini. 2 perahu nelayan yang rusak akibat pendangkalan di sekitar muara juga belum dievakuasi,” kata Ketua HSNI Pemalang Wahid, Jumat 9 April 2021 melalui ponselnya.

Wahid mengatakan, audiensi ini sudah kedua kalinya bagi HSNI dengan persoalan yang sama. Tepatnya setahun yang lalu saat Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukoco menjabat.

“Dari dewan juga belum ada yang ke sini entah meninjau atau apa, sama sekali. Kami inginnya dewan tidak duduk di kursi saja, aspirasi nelayan didengarkan,” ujarnya.

Audiensi rencananya akan dilaksanakan jam 9 dan diikuti oleh perwakilan nelayan Kelurahan Widuri dan Kelurahan Sugihwaras.

“Inginnya sih ikut semua tapi karena ada aturan pembatasan kami patuhi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa kapal nelayan di pelabuhan Tanjung Sari, Kelurahan Sugihwaras, Kabupaten Pemalang, mengalami kandas akibat pendangkalan muara. Kapal-kapal nelayan mengalami kesulitan menuju tempat bersandar akibat pendangkalan itu, bahkan memakan waktu sehari.

Tak hanya itu, 4 perahu milik nelayan rusak akibat dampak dari pendangkalan tersebut.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan