BKKBN Jateng Mulai Pendataan Keluarga, Ganjar Ikut Terjun Langsung
- calendar_month Kam, 1 Apr 2021

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut melakukan pendataan keluarga di Kelurahan Sekayu, Kota Semarang, Kamis, 1 Maret 2021. FOTO/PUSKAPIK/AM HENDRA

PUSKAPIK.COM, Semarang – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai Kamis, 1 Maret 2021, melakukan program Pendataan Keluarga 2021. Setidaknya ada 11,4 juta keluarga di Jateng akan dicatat dalam program Pendataan Keluarga yang dilakukan serentak nasional tersebut.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Widwiono mengatakan, pendataan keluarga dilakukan lima tahun sekali di seluruh Indonesia untuk mendata semua keluarga. Setiap keluarga ada 53 pertanyaan yang dicatat dalam pendataan.
Widwiono mengatakan, data keluarga berbeda dengan sensus penduduk. Materi pendataan lain dengan sensus penduduk. “Jadi memang fokusnya pada keluarga, tentang informasi keluarga,” kata Widwiono.
Menurutnya, data keluarga tersebut selanjutnya bisa digunakan oleh berbagai dinas dan instansi untuk berbagai keperluan. “Setelah data ini tertabulasi, bisa dipergunakan semua kantor dinas lainnya yang membutuhkan. Misalnya, bisa digunakan Dinas Sosial untuk pemberian bantuan, Dinas Pendidikan untuk mengetahui jumlah siswa di Jateng dan sebagainya,” katanya.
Di Jawa Tengah, akan ada sekitar 8.600 orang petugas pendataan keluarga dikerahkan. Mereka akan mencakup seluruh keluarga di 35 kabupaten/kota. Mereka sebelumnya telah menjalani pelatihan sejak satu bulan lalu, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, sampai RT/ RW. Dia telah mengecek kerja mereka saat simulasi, petugas telah mampu menjalankan program itu.
Adapun untuk antisipasi pendataan keluarga yang berada di luar kota, pihaknya akan mendata keluarga di mana mereka tinggal pada enam bulan nanti.
- Penulis: puskapik