Bendungan Karanganyar Ditolak, Ini Kata Bappeda Pemalang
- calendar_month Rab, 10 Mar 2021

Supa'at, Kepala Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pemalang, saat ditemui di kantornya, Rabu 10 Maret 2021.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Bappeda Pemalang sudah menerima pernyataan sikap warga dan Pemerintah Desa Wanarata, Bantarbolang, terkait rencana pembangunan Bendungan Karanganyar. Kajian-kajian tengah dilakukan, ketakutan warga tehadap nasibnya dianggap lumrah, kedepannya akan dilakukan koordinasi.
Itu disampaikan Supa’at, Kepala Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah BAPPEDA) Pemalang, saat ditemui di kantornya, Rabu 10 Maret 2021.
“Ini kan prosesnya masih panjang, tapi kalo sekarang awal-awal sudah ada penolakan, ya itu malah terima kasih, untuk masukan kami, untuk kita bisa diskusikan,†ujar Supa’at.
Pernyataan sikap dari warga dan Pemerintah Desa Wanarata yang diterima Bappeda, kata Supa’at, menyoal dievakuasinya 3 Dusun dalam rencana pembangunan waduk (bendungan) tersebut. Di antaranya Dusun Lenggak,Kedungsambi, serta Gudang.
“Makanya ini kan sedang ada kajian-kajian. Kalau misalnya dari pusat sudah turun, supaya kita bisa rembug, mudah-mudahan bisa dipahami,†tutur Supa’at.
Rencana pembangunan Bendungan Karanganyar ini sudah masuk dalam Peraturan Presiden nomor 79 tahun 2019. Supa’at berharap program nasional ini tetap berjalan.
“Kalau di sana-sini masih ada gejolak ya dinamika pembangunan lah, seperti itu,†ungkap Supa’at.
Mengenai permintaan warga desa, agar rencana pembangunan bendungan dipindahkan ke lokasi lain, jelas Supa’at, memang sudah ada kajian opsi 3 lokasi.
“Itu sudah ada kajian sejak 2019, kelihatannya yang paling bagus di bendungan Wanarata itu (Bendungan Karanganyar),†jelas Supa’at.
- Penulis: puskapik