Begini Sistem Budidaya Porang Ala Disparpora Pemalang

Kebun edukasi tanaman porang, di Pekarangan Kantor Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemalang.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Sektor pertanian kembali dipilih Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemalang dalam program wirausaha pemuda di tahun 2021, karena tak goyah diterjang pandemi. Tujuannya, agar pemuda punya kegiatan positif dalam hal peningkatan perekonomian, dengan harapan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.

Disampaikan Sobirin, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disparpora Pemalang, tahun 2020 lalu sektor pertanian dipilih dalam program kewirausahaan pemuda. Sektor pertanian ini, kemudian diarahkan ke budidaya tanaman produktif yang sedang booming, yaitu porang.

Melalui program ini, Satgas Pemuda yang dibentuk dan dibina Disparpora Pemalang diberi edukasi dalam berwirausaha.

“Unsurnya dari organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Pemalang. Ada dari Ansor,AMPI,IPNU,KNPI,Pemuda Muhammadiyah. Sementara rekruitmen kita menggunakan zona, terbagi menjadi Kecamatan. Setiap Kecamatan ada 10 satgas yang kita rekruit,” kata Sobirin, Sabtu 30 Januari 2021.

Dituturkan Sobirin, dalam program ini mereka dimodali bibit dan media tanam. Para pemuda itu, bertugas merawat dan hasilnya untuk mereka sendiri agar dapat dikembangkan.

“Dari Satgas ini kemudian sudah membentuk kelompok wirausaha. Nah, kelompok wirausaha ini yang menangani tentang pertaniannya, bukan satgasnya,” tutur Sobirin.

Tanaman porang yang selama ini dikembangkan satgas pemuda di masing-masing Kecamatan, sudah menjadi hak mereka, termasuk metode pemasaran. Satgas Pemuda juga membentuk koperasi, dengan salah satu unit usaha jual beli bibit dan hasil panen porang.

“(Tahun 2021) untuk kewirausahaan, kita masih pada program unggulan kita klaster pertanian. Kalau 2020 sudah porang, tahun 2021 kita ke budidaya jahe,” terang Sobirin.

Dijelaskan Sobirin, sektor pertanian dipilih karena tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Bahkan, kata Sobirin, ditengah pandemi ini ekspor pertanian surplus.

“Dengan Pemalang ini salah satu penyangga bahan pokok pangan di Jawa Tengah, itu sudah saatnya pemuda ini ambil peran untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” jelas Sobirin.

Sobirin mengungkapkan, tujuan pengembangan kewirausahaan ini adalah pemuda punya kegiatan positif dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Harapannya, di tahun 2021 minimal ada 200 pemuda di Pemalang yang sukses di bidang pertanian. Dalam artian, memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor: Amin Nurrokhman

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini