Ibu Penderita Lumpuh Akhirnya Dirawat di RS dr Ashari Pemalang

Wiwik Rohyati, warga RT 2/RW 5 Desa Losari, Kecamatan Ampelgading yang mengalami kelumpuhan, akhirnya dirawat di Rumah Sakit dr Ashari Pemalang, Selasa, 19 Januari 2021. FOTO/PUSKAPIK/SURYO SUKARNO
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Wiwik Rohyati (50), warga RT 2/RW 5 Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, akhirnya dirawat di Rumah Sakit dr Ashari Pemalang, Selasa, 19 Januari 2021. Wiwik diketahui menderita kelumpuhan.

Ahmad Tohir, Sekretaris Desa Losari menyebut, pemerintah desa memberikan bantuan dan juga pendampingan terhadap Wiwik Rohyati. “Desa sudah membawa penderita ke RSUD dr Ashari Pemalang. Tunggakan BPJS sebesar Rp2.800.000 dibayar oleh pemerintah desa dan terus dilakukan pendampingan ke keluarganya,” kata Ahmad Tohir didampingi Kasi Kesra Dian Mayasari dan Kasi Pemerintahan Eka Redianingrum, Desa Losari, Selasa sore, 19 Januari 2021.

Menurut Tohir, keluarga Wiwik yang terdiri dari suami istri dan empat anak ini sebenarnya udah diberikan bantuan PKH dan BPNT. “Keluarga ini tercatat sebagai PBI (Penerima Bantuan Iuran) JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan sekarang sedang diupayakan KIS,” katanya.

Mengenai BPJS mandiri, yang terdaftar 4 orang (ayah ibu dan dua anak). Adapun dua orang anak yang lain sudah terdaftar PBI. “Dulu sekitar dua tahun lalu, mendaftar BPJS mandiri, karena untuk operasi dan selanjutnya tidak dilanjutkan setorannya. Namun sudah dibayar desa, dan sekarang sedang diurus untuk keluarga ini agar bisa tercover semua mendapat KIS dan terdaftar PBI, sehingga tidak terbebani iuran BPJS lagi,” kata Dian Mayasari.

Untuk perbaikan rumah, sudah diupayakan dengan bantuan dari PUPR . “Untuk anak yang putus sekolah, akan diarahkan ke SKB dan gratis,” katanya.

Dimas Prayogi, anak pertama Wiwik Rohyati mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan oleh pemerintah desa juga dinas terkait.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada keluarga kami terutama ibu saya agar bisa segera sembuh,” kata Dimas yang sekarang jadi buruh bangunan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wiwik Rohyati kondisinya memprihatinkan. Dia hanya tergeletak di tempat tidur tak bisa aktivitas apa apa.

Ibu paruh baya ini sudah dua bulan kondisinya lumpuh, badan dan tangan kaku sulit digerakan. Semua aktivitas dilakukan di atas tempat tidur, makan, minum, hingga buah hajat.

Kondisi rumah juga tak layak, hanya berlantai tanah, dinding bata juga sudah rusak, serta kayu sudah lapuk, atap bocor di sana-sini serta tak ada pintu. Tak ada barang berharga di dalam rumah, hanya tempat tidur dengan alas kasur tipis.

Dia sudah tak ada biaya lagi untuk rumah sakit dan perawatannya, untuk hidup sehari-hari saja sangat susah .

Ibu empat anak ini dirawat anak serta suaminya, Mulani. Salah satu terpaksa putus sekolah hanya tamat SMP. Anggit Pujo Nugroho, anak kedua ini fokus merawat sang ibu meladeni semua kebutuhan ibunya.

Sebelumnya keluarga ini punya usaha kecil kecilan, tempe goreng namun kini tak bisa dijalankan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, mereka bekerja sebagai buruh tani dan buruh serabutan.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini