Akibat Pandemi, Banyak ABK WNI Batal Pulang ke Tanah Air

Yaya Sukarya (35), warga Desa Kesamiran, Kecamatan Tarub, Tegal berada di Kepulauan Mauritius, Afrika Barat. FOTO/DOK.PRIBADI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Tegal – Rupanya sekarang ini banyak Anak Buah Kapal (ABK), warga negara Indonesia (WNI) tertahan di negeri orang. Sembari menunggu waktu kepulangan, mereka memilih melanjutkan kontrak kerjanya.

Salah satunya Yaya Sukarya (35), warga Desa Kesamiran, Kecamatan Tarub, Tegal. Sekarang ini, Yaya sedang berada di Kepulauan Mauritius, Afrika Barat.

Kepada Puskapik.com, Yaya menceritakan, seharusnya bulan ini dirinya sudah pulang di Tanah Air, karena sudah selesai kontrak. Yaya sendiri berangkat sejak 7 Maret 2019 melalui agensi PT Bima Samudra Bahari, Tegal.

“Biasanya, kalau kurang 2 atau 3 bulan di hari (keadaan) normal, tapi karena sedang ada pandemi Corona akhirnya lanjut (kontrak) dulu,” kata Yaya via telepon, Senin, 18 Januari 2021.

Yaya mengungkapkan, saat ini banyak ABK yang batal pulang karena kendala pandemi Covid-19, dan memilih melanjutkan kontrak. Namun ada pula sebagian yang tetap memilih pulang.

Di Mauritius, kata Yaya, penerbangan pesawat masih berjalan normal. Namun, ada pembatasan jumlah penumpang, separuh dari kapasitas pesawat.

Mereka yang pulang harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan baju hazmat. Namun, Yaya tidak mengetahui lebih jauh syarat lain untuk pulang. “Jadi akhirnya saya nambah kontrak, mintanya bulan April ini pulang, sudah perjanjian,” kata Yaya.

“Ya sudah tidak apa-apa, yang penting digaji. Selama masih di sini (menganggur) ya digaji, kebutuhan hidup dicukupi,” kata Yaya.

Belakangan ini, video puluhan ABK memohon dipulangkan ke Tanah Air tengah viral di media sosial. Dalam video itu, 35 ABK dari PT Puncak Jaya Samudra, Pemalang yang sudah selesai kontrak 3 atau 4 bulan lalu meminta dipulangkan. Mereka berada di Majuro, Kepulauan Marshall.

Kini, upaya pemulangan 35 ABK yang 15 orang diantaranya warga Pemalang itu, tengah gencar diberitakan media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin 18 Januari 2021, puluhan ABK PT Puncak Jaya Samudra yang terkatung-katung di Majuro, Kepulauan Marshall, batal pulang lagi. Rencananya, mereka akan dipulangkan 27 Januari 2021 mendatang.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini