Tak Goyah Dihantam Pandemi, Pendapatan Perumda Tirta Mulia Pemalang Stabil

Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mulia, Moch Arif Setiyawan. FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pandemi COVID-19 rupanya tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mulia Pemalang di 2020.

Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mulia, Moch Arif Setiyawan mengakui sebelumnya ada kekhawatiran di awal masa pandemi COVID-19, banyak pelanggan yang mengeluhkan keberatan pembayaran akibat terdampak secara ekonomi.

“Ada penurunan jelas, tapi tidak besar, bahkan kita sempat berikan stimulus berupa pembebasan biaya beberapa bulan bagi pelanggan R1. Lalu ada pula diskon pemasangan Saluran Air Baru sebesar Rp600.000,” kata Wawan di kantornya, Senin, 4 Januari 2021. Ia tidak menyebut detail nilai pendapatan 2020.

Menurutnya, faktor yang menyebabkan pendapatan perusahaan stabil, salah satunya karena ada peningkatan konsumsi air lantaran sebagian besar melaksanakan Work From Home (WFH) dan imbauan untuk di rumah saja.

“Meskipun begitu, tetap ada beberapa yang mengeluhkan tidak sanggup bayar, terutama dari masyarakat yang berpenghasilan rendah. Namun itu bisa tertutup dengan peningkatan penggunaan air masyarakat kalangan atas yang rata-rata naik tiap bulannya,” kata Wawan.

Menurut Wawan, diakui memang ada revisi target pada pemasangan sambungan baru untuk wilayah di luar zona merah yang dilalui pipa utama di tahun ini.

“Untuk 2021 kita targetkan 2.000 pelanggan baru untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan 600 untuk yang reguler + diskon. Untuk program MBR sendiri memang sempat kita ‘hold’ di tahun lalu, karena perusahaan fokus pada penataan jaringan dan penataan mata air,” ujarnya.

Menyoal belum maksimalnya pelayanan pelanggan di wilayah ujung (Pemalang utara, Pelutan, Tanjungsari, Widuri), Wawan mengakuinya. Menurutnya, air memang belum bisa mengalir selama 24 jam di wilayah tersebut.

“Faktor yang mempengaruhi salah satunya, dulunya saat dibangun pada masa Orde Baru masih menggunakan pipa-pipa cacing dan terkesan asal memenuhi target pembangunan. Di tahun 2021 ini kita lakukan revitalisasi mulai dari penggantian pipa-pipa lama dari Sirandu sampai alun-alun, harapannya bisa mengatasi persoalan distribusi air di wilayah ujung,” katanya.

Penulis: Baktiawan Candheki
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini