Tak Peduli Corona, Sukardi Tetap Jualan Terompet
- calendar_month Sel, 29 Des 2020

Sukardi (60) pengrajin dan pedagang terompet tahun baru, di Desa Kaligelang,Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Terompet kerap kali diidentikkan dengan perayaan tahun baru. Meski jarang ditemui jelang pergantian tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 ini, namun ternyata pengrajin terompet di Kabupaten Pemalang tetap bertahan.
Sentra pembuatan terompet yang terkenal di Kabupaten Pemalang, di Desa Kaligelang,Kecamatan Taman. Desa ini, juga dikenal gudangnya pengrajin mainan anak-anak lawas, seperti otok-otok,kitiran,kipas kertas, dan kapal-kapalan.
Jelang pergantian tahun 2020 ke 2021 di tengah pandemi Covid-19 ini, salah satu pengrajin di Desa setempat yang konsisten berdagang terompet adalah Sukardi (60), warga RT 7 RW 2. Kakek 60 tahun itu mengaku tetap konsisten berdagang terompet, karena sudah menjadi ladang penghidupan turun-temurun dan dijalani sejak kecil.
“Hanya bikin saat menjelang tahun baru. Kalau dulu pas lagi laku-lakunya, itu kurang 3 bulan aja udah mulai bikin. Dulu bentuknya macam-macam, ada bentuk naga, tapi mau bikin itu karena ada corona sudah kurang laku, jadi bikin yang biasa,†kata Sukardi, Selasa 29 Desember 2020.
Sukardi menuturkan, sejak 4 hari lalu, dirinya sudah mulai berdagang terompet keliling dengan sepeda, disamping mainan lainnya, seperti balon. Dan diperkirakan sudah 30 terompet laku terjual saat keliling, mangkal di pasar, serta di balai Desa saat Pilkades Serentak 2020 kemarin.
Saat berdagang keliling itu pula, dia sering mendengar gunjingan dari masyarakat akan bahaya penularan Covid-19 dari terompet.
“Saya enggak menghiraukan itu, karena sudah menjadi bakat dan lahan pangan saya. Kalau di jalan ada yang bilang ‘jangan beli terompet ada corona’ ya banyak. Tapi saya biasa-biasa saja, wajar karena musim corona mereka takut,†tutur Sukardi.
- Penulis: puskapik