Donor Darah, PMI Pemalang Pastikan Pendonor Bebas Corona

0
Didik Husada, Staf P2D2S/Humas Unit Donor Darah PMI Pemalang, tengah mendonorkan darahnya di UDD PMI Pemalang.FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Di tengah pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang masih terus menggalang darah melalui Unit Donor Darah (UDD) PMI, serta layanan mobil unit keliling. Para pasien yang membutuhkan kantong darah tak perlu risau, karena PMI memastikan para pendonor bebas Covid-19.

Itu dikatakan Didik Husada, Staf P2D2S/Humas Unit Donor Darah PMI Pemalang. Didik menambahkan, secara teknis, kegiatan donor darah juga menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi di awal seleksi sudah pengecekan suhu. Kemudian yang kedua, saat registrasi, pendonor juga diberikan form yang bentuknya screening Covid, dan wajib di isi pendonor,” kata Didik, Kamis 19 November 2020.

Diterangkan Didik, formulir screening Covid-19 tersebut berisi pertanyaan yang tujuannya ada tracing (pelacakan) kepada si pendonor. Pertanyaan tersebut di antaranya mengenai riwayat perjalanan si pendonor, baik ke luar negeri maupun ke luar kota, serta riwayat kesehatan.

“Atau mengalami gejala-gejala batuk? apakah beberapa hari ini berkontak dengan pasien positif Covid? dan sebagainya, jadi kami pun juga sudah menerapkan protokol kesehatan,” terang Didik.

Didik mengungkapkan, dari segi kesehatan, donor darah juga mendatangkan manfaat bagi si pendonor itu sendiri. Pendonor akan mengetahui kondisi kesehatannya, karena sebelum dilakukan pengambilan darah, dilakukan cek kesehatan seperti hemoglobin serta tekanan darah.

“Selain itu, donor darah juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Karena ketika kita donor, darah yang lama akan diambil dan digantikan darah yang baru, nah itu dari makanan yang kita konsumsi,” ungkap Didik.

Kemudian dari segi sosial, donor darah ini sangat membantu pasien yang tengah membutuhkan kantong darah. Karena, kata Didik, transfusi darah tidak bisa ditunda, jadi pasien bisa diselamatkan segera.

“Karena 1 kantong darah itu akan menyelamatkan 3 nyawa. Artinya, 1 kantong darah yang diambil dari pendonor itu akan dipecah-pecah menjadi beberapa kompononen, dan itu sesuai kebutuhannya, seperti PRC, trombosit, dan komponen lain yang sesuai kebutuhan pasien,” ujar Didik Husada.

Sayangnya, dituturkan Didik, di tengah pandemi Covid-19 ini, stok kantong darah di PMI Pemalang mengalami penurunan. Dari yang semula PMI mendapat 1300 kantong darah per-bulan, kini hanya 700 sampai 800 kantong darah. Itu akibat ditutupnya beberapa lokasi yang biasanya diselenggarakan kegiatan donor darah.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor : Amin Nurrokhman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini