Peringati Hari Santri Nasional V, Forkopimda Bersama Ulama Pemalang Gelar Halaqah

0
Bupati Pemalang Junaedi memberikan sambutan dalam halaqah memperingati Hari Santri Nasional V, Senin, 19 Oktober 2020. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Memperingati Hari Santri Nasional V, Bupati Pemalang Junaedi bersama seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta para ulama, menggelar sarasehan agama (halaqah), Senin, 19 Oktober 2020. Bertempat di Pendopo Kabupaten Pemalang, acara ini mengundang para ulama, perwakilan santri, dan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika).

Dalam sambutannya, bupati berharap kegiatan tersebut menjadi komitmen bersama dalam mendukung kemajuan santri dan pendidikan di Indonesia. Junaedi juga mengutip kisah perjuangan kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kemudian, bupati juga mengingatkan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Mengingat penyebaran virus corona masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Pemalang.

“Marilah kita maknai peringatan Hari Santri Nasional V tahun 2020 ini, dengan meningkatkan semangat, sehingga terwujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, terbebas dari wabah Covid-19, demi terwujudnya Indonesia yang kuat,” kata H Junaedi.

Habib Muhdor Assegaf, yang juga hadir dalam halaqah ini, menjelaskan makna santri, serta pemahaman-pemahaman ulama Indonesia, khususnya dari Nahdatul Ulama (NU). Ia menceritakan pemahaman makna santri dari Kiai Haji Sahal Mahfudz.

“Konsep beliau, santri bukan hanya menutup aurat secara lahir dan batin. Simbol, beliau merupakan orang yang memiliki makna secara luas, aurat ini benar-benar tertutupi, artinya cinta satu hal yang terbaik pada dirinya,” kata Habib Muhdor Assegaf.

Habib berharap Hari Santri Nasional ke-5 yang jatuh pada 22 Oktober 2020, dengan tema ‘Santri Sehat Indonesia Kuat’, bisa dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran, dan berkeadilan.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini