Selesai Dibangun, Masjid Agung Pemalang Ganti Nama

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Pembangunan Masjid Agung Pemalang telah selesai 100 persen dan diserahkan dari pihak kontraktor kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Pemalang tanggal 27 September 2020 lalu.

Yang menarik, ada perubahan nama masjid 4 lantai ini, yang dulunya dikenal dengan Majid Agung Pemalang sekarang berubah menjadi Masjid Agung Nurul Kalam. Sebelumnya masjid Agung ini sudah mengalami beberapa kali rehab bangunan, periode Bupati Slamet Haryanto, Bupati Munir, dan Bupati Macroes. Dan terakhir saat Bupati H Junaedi baru dilakukan Pemugaran total.

Menurut ketua pembina Masjid Agung Pemalang, Muntoha, Sabtu 17 Oktober 2020, nama Nurul Kalam diambil dari ulama yang dipercayai sebagai pendiri masjid Agung di masa lampau.

“Sekitar tahun 1700 an, mbah Nur Kalam sebagai pemuka Islam yang berpengaruh saat itu membangun Masjid tersebut. Ya sebagai ulama dan penasehat bupati kala itu, dipercaya pembangunan masjid juga atas izin atau perintah bupati. Diyakini masa itu adalah masa kejayaannya Mataram Islam. Itu dapat dilihat dari tata kota hampir sama seperti di kota/kabupaten di wilayah Mataram lainnya, yakni pusat pemerintahanan berdekatan dengan Masjid Agung dan Alun-alun, “ujarnya.

Muntoha menambahkan, awal ide pembangunan memang dari Bupati Pemalang, H Junaedi. Ia bahkan sempat menyarankan untuk meminta izin kepada pendiri masjid agung (Mbah Nur Kalam) melalui ziarah yang makamnya saat ini berada tepat di belakang halaman masjid.

“Waktu itu pak bupati menjawab sudah, sudah ada izin, namun ada beberapa syarat yang harus ditemui. Syarat tersebut adalah menghidupkan kembali sumur tua yang ada di sekitar masjid dan letak kiblat agar tidak dirubah atau seperti pada bangunan sebelumnya, “ungkapnya.

Muntoha yang dipercaya oleh bupati untuk mencari keberadaan sumur tua yang keberadaannya dibuat bersamaan dengan pendirian masjid tersebut.

Rencananya masjid agung akan dibuka bersamaan dengan hari santri nasional mendatang.

” Rencana awal dibuka dan diresmikan di hari santri nanti, saya sudah koordinasi dengan dinas PUPR, tinggal menunggu keputusannya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun puskapik.com total anggaran pemugaran Rp 39,5 M. Prosesnya melalui lelang yang dimenangkan oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia, dan dikerjakan memakan waktu 1,5 tahun dari Juli 2019-September 2020.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan