Guru Terpapar Corona, PTM di SMA 2 Tegal Dihentikan

FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Tegal – Pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 2 Kota Tegal, sejak Senin, 12 Oktober 2020, dihentikan menyusul adanya satu guru sekolah tersebut yang terkonfirmasi Covid-19. TR, guru mata pelajaran Matematika diketahui positif Covid-19 setelah hasil swab-nya dinyatakan positif pada Minggu, 11 Oktober 2020. Namun, hasil swab kedua guru TR pada Kamis kemarin, 15 Oktober 2020 sudah dinyatakan negatif.

“Untuk yang positif pertama diinfokan ibu kepala sekolah hari Minggu. Kemudian ini sudah satu minggu, untuk swab tes yang kedua hasilnya negatif,” kata Wakil Kepala Sekolah SMA 2 bidang Kesiswaan, Oka Bagus, kepada puskapik.com, Jumat pagi, 16 Oktober 2020.

Oka menerangkan, pembelajaran jarak jauh atau daring akan dilaksanakan sampai dengan minggu depan menggunakan aplikasi google classroom. Oka menyebut, seluruh guru, karyawan sebanyak 80 orang ditambah pekerja yang sedang bertugas di SMA 2 sudah dilakukan swab oleh dinas kesehatan.

“Pelaksanaanya kemarin hari Rabu dan Kamis. Untuk siswa kita mengikuti prosedur dari Dinkes. Jadi kaitannya dengan swab tes siswa menunggu dari Dinas Kesehatan,” terang Oka

Oka menambahkan, Guru TR diduga tidak terpapar virus Corona di sekolah. Sebab, riwayat guru dan karyawan maupun siswa semuanya sehat tidak ada yang izin sakit. Guru TR yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit hanya mengalami gejala seperti orang masuk angin.

“Beliau kemungkinan tertularnya dari luar sekolah,” tandasnya.

SMA 2 Kota Tegal merupakan salah satu sekolah yang direkomendasikan Gubernur Jawa Tengah sebagai sekolah percontohan pembelajaran tatap muka mengawali tatanan kehidupan baru atau new normal. Ini karena SMA 2 dinilai berhasil menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Oka menegaskan, protokol kesehatan selama ini sudah dilakukan secara ketat. Guru yang datang diperiksa suhu badannya, diwajibkan cuci tangan, memakai masker, face shield serta menjaga jarak saat melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

“Semua protokol yang kaitannya dengan pencegahan Covid-19 sudah kita lakukan,” ujarnya.

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan