Pemuda Pancasila Pemalang Gelar Dialog Pancasila bersama Para Veteran

0
MPC Pemuda Pancasila Pemalang menggelar kegiatan dialog tentang Pancasila di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 3 Oktober 2020. FOTO/PUSKAPIK/DEDI MUHSONI

PUSKAPIK.COM, Pemalang– Masih dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Pemalang menggelar kegiatan dialog tentang Pancasila di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Hadir dalam kegiatan itu seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC), anak ranting Pemuda Pancasila Kabulaten Pemalang. Dialog Pancasila itu juga menggandeng DHC Veteran 45 Kabupaten Pemalang Luruh Sayono, Adi prihastanto, Untung Waluyo, Akong, dan Agil Harakan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Pemalang, Gandung Guntoro mengatakan, di Hari Kesaktian Pancasila banyak orang hanya memberi ucapan selamat. Jajaran Pemuda Pancasila Pemalang tidak hanya menyampaikan ucapan, tapi kami mengundang untuk duduk bersama berdialog guna memasukkan ruh-ruh Pancasila ke dalam hati sanubari dengan harapan agar semuanya memahami dan menjiwai apa itu Pancasila.

“Sangat disayangkan pihak pemerintah Kabupaten Pemalang tidak mengadakan acara formal berkaitan dengan Hari Kesaktian Pancasila,” kata Gandung.

Senada dengan Gandung, Sekertaris MPC PP Kabupaten Pemalang berharap seluruh masyarakat paham tentang Pancasila, menjiwai dan mengamalkan Pancasila di setiap sendi sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Mari kita amalkan dan pahami Pancasila sebagai lambang negara kita,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Wilujeng, dirinya bersama jajaran akan melakukan kegiatan bidang pendidikan kepada warga langsung, terutama yang berkaitan dengan Pancasila. Pada masa sekarang ini, remaja atau pun pemuda justru lalai dengan cara pandang Pancasila dan lebih sibuk memainkan gedget.

Pada kesempatan dialog itu, Pengurus DHC Veteran 45 Pemalang, Lirih Sayono memaparkan bagaimana dan kapan Pancasila dilahirkan. Saat itu Pancasila lahir mulai dari gagasan dan rumusan oleh para tokoh.

“Perlu dipahami banyak upaya yang akan menggagalkan Pancasila pada saat itu, termasuk gerakan 30 September tahun 1946,” ujarnya.

Penulis: Dedi Muhsoni
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini