Sumarkinah, TKW Pemalang Korban Penyiksaan Majikan, Pulang ke Keluarganya

0
Sumarkinah (jilbab biru) bersama anaknya, Ita Lestari Al Tamini, serta Kasi Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Najih Nurfauzi, serta Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Arya Dhita, dari Disnaker Pemalang, Kamis 24 September 2020.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Usai berhasil dipulangkan ke tanah air dan menjalani karantina selama 5 hari di wisma atlet Jakarta. Pagi tadi, Sumarkinah (47), TKW asal Pemalang yang disiksa majikannya di Timur Tengah, sudah dipulangkan ke keluarganya di Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, Kamis 24 September 2020.

Kepulangan Sumarkinah disambut anak kandungnya, Ita Lestari Al Tamini, dan Lurah setempat, Febri Jatmiko, di kantor Kelurahan Sugihwaras.

Sumarkinah tiba dengan diantarkan Kasi Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Najih Nurfauzi, serta Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Arya Dhita, dari Disnaker Pemalang.

“Rencananya dari Disnaker Pemalang akan menjemput Sumarkinah ke Jakarta. Tapi saat kami hubungi, beliaunya bilang mau ke Banten dulu, menjemput anaknya di pondok pesantren,” kata Arya Dhyta.

Di hadapan awak media, Sumarkinah menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama bekerja sebagai TKW di Timur Tengah. Ia juga menceritakan kronologi penyiksaan yang dilakukan sang majikan kepadanya hingga kemudian videonya viral di media sosial. Video itu menampakkan dirinya yang babak belur usai dihajar majikan.

“Temen-temenku yang di Indonesia, jangan masuk ke Timur Tengah, karena Timur Tengah menganggap kita seperti hewan. Ada yang baik juga, tapi enggak punya hati, karena aku enggak salah dipukulin disiksa,” ungkap Sumarkinah.

Seperti diketahui, Sumarkinah dianiaya anak dari majikannya yang belakangan ini diketahui namanya, Muhammad. Ia menyiksa Sumarkinah yang hendak menolong Atun, teman Sumarkinah yang bekerja di rumah Muhammad.

Dikatakan Sumarkinah, Atun disiksa Muhammad hingga kondisinya mengenaskan. Bahkan majikan Sumarkinah sendiri, yang bernama Khaidah, turut dianiaya. Padahal notabenenya, Muhammad adalah anak kandung dari Khaidah.

“Alhamdulilah bisa dipulangkan, tentunya berkat semua pihak ya. Yang pasti pertama pak Ganjar Pranowo yang langsung merespon melalui media sosial, kemudian pak Bupati juga langsung merespon melalui Disnaker Pemalang, dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan semuanya,” terang Febri Jatmiko, Lurah Sugihwaras.

Diberitakan sebelumnya, Sumarkinah (47) TKW asal Pemalang yang disiksa majikan di Arab Saudi, sudah dipulangkan ke Indonesia pada kamis 17 September 2020 setelah berhasil dievakuasi KJRI di Jeddah, Arab Saudi. Namun demikian, saat tiba di Indonesia, Sumarkinah harus menjalani karantina di wisma atlit guna sambil menunggu hasil test Swabnya keluar.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor : Amin Nurrokhman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini