FKUB Pemalang Siap Sukseskan Pilkada 2020 yang Bebas Corona

0
FKUB Kabupaten Pemalang menggelar Silaturahmi Tokoh Lintas Agama di Desa Wanarejan Selatan, Kecatan Taman, Kamis 10 September 2020. FOTO/PUSKAPIK/DEDI MUHSONI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pemalang menggelar Silaturahmi Tokoh Lintas Agama di Desa Wanarejan Selatan, Kecatan Taman, Kamis 10 September 2020. Kegiatan bertema ‘Membangun Kerukunan dan Solidaritas’ ini untuk menjaga situasi damai menjelang Pilkada pada 9 Desember mendatang.

Hadir dalam silaturahmi tersebut, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Juru Bbicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo, dan unsur TNI/Polri.

Kapolres Pemalang AKBP Rony Tri Prasetya dalam paparannya menegaskan, jajarannya siap menepis isu intoleransi dan premanisme dengan penegakan hukum pada Pilkada serentak 2020. Selain itu juga memastikan ikut memberikan sosialisasi mengenai protokol kesehatan.

“Isu intolrransi, dan premanisme harus dilakukan penegakan hukum, tidak ada tawar-menawar,” kata Kapolres.

Sebagai tindak lanjut Kamtibmas dan penegakan protokol kesehatan, TNI/Polri serta jajaran Satpol PP dan Dinas Perhubungan telah melakukan razia atau pun sidak di beberapa tempat keramaian. Kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan.

Dengan diciptakanya logo ‘Ayo Maskeran’ diharapkan semua pihak dapat mematuhinya, terutama saat di luar rumah. Tempat pelayanan umum di tingkat Polsek, Kantor pembuatan SIM, dan Samsat, seluruhnya juga wajib menggenakan masker.

Saat ini, kata Kapolres, Kabupaten Pemalang masuk zona kuning karena terdapat penurunan angka masyarakat yang terpapar virus corona. Penurunan ini merupakan hasil dukungan berbagai pihak serta pemerintah daerah dalam hal ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Sebagaimana Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, TNI/Polri diperintahkan mendukung upaya pencegahan Covid-19 dan protokol kesehatan yang dilakukan bupati atau wali kota. “Giat polres sudah jelas yaitu membuat imbauan ke publik hingga tingkat Babinsa untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Sebagai wujud menyukseskan protokol kesehatan dan memutus mata rantai Covid-19, Polres Pemalang telah membentuk Kampung Siaga Candi di desa-desa, 7 pondok pesantren, dan 1 tempat wisata. Belakangan Kampung Siaga Candi yang terdapat di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal mendapat penghargaan dari Provinsi Jawa Tengah.

“Polres Pemalang mendorong semua desa agar membuat Kampung Siaga Candi dan tempat-tempat lain seperti tempat wisata,” kata Rony.

Penulis: Dedi Muhsoni
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini