Tahun 2022 Kabupaten Tegal Miliki Pembngkit Listrik Tenaga Bayu

0
FOTO/PUSKAPIK/DOK HUMAS KABUPATEN TEGAL

PUSKAPIK.COM, Slawi – Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi ramah lingkungan asal Perancis, PT Java Energi Eoliana atau Aquo Energy berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas pembangkit listrik sebesar 67,2 megawatt atau setara 215,5 gigawatt hours per tahun di wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Kabupaten Tegal dipilih sebagai lokasi karena dinilai paling layak, setelah dilakukan studi selama dua tahun terakhir di sejumlah tempat di Pulau Jawa.

Menanggapi rencana pembangunan PLTB tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah, mengatakan, dirinya siap membantu segala keperluan investasi dan layanan perizinan yang diperlukan, termasuk membangun komunikasi dan kesepahaman di masyarakat.

“Mari, kita dukung bersama suksesnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Margasari ini sebagai sumbangsih kita pada negara untuk mewarisi lingkungan hidup dan kehidupan yang bersih, alami, produktif, dan lestari,” kata Umi.

Umi menyebut pihaknya sangat diuntungkan dengan keberadaan PLTB tersebut. Menurutnya, selain mendukung kebijakan ketahanan energi nasional, keberadaan PLTB nantinya akan menciptakan lapangan kerja baru, terutama pada saat konstruksi.

Keberadaan PLTB, kata Umi, juga bisa menjadi edukasi masyarakat serta meningkatkan citra kawasan karena adanya daya tarik baru yang tidak banyak dijumpai di tempat lain.

“Untuk wilayah Pulau Jawa saja, baru ini yang pertama,” kata Umi.

Terkait rencana pembangungan PLTB tersebut telah digelar Forum Konsultasi Publik Studi Analisis Mengenai Dampak Alam dan Lingkungan (AMDAL) di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa, 11 Agustus 2020. Acara itu melibatkan sejumlah unsur di pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat terdampak pembangunan PLTB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi berharap, PLTB sudah bisa mulai beroperasi tahun 2022 mendatang. Adapun untuk lokasi PLTB ini rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 47 hektar yang beririsan di tiga desa, yaitu Desa Pakulaut, Desa Marga Ayu dan Desa Kalisalak.

Direktur PT. Java Energi Eoliana, Refi Kurnaefi, mengatakan, PLTB tersebut rencananya akan mengoperasikan 17 turbin berbentuk kincir angin raksasa. Masing-masing turbin akan memiliki kapasitas pembangkit sebesar 4 megawatt dengan luasan lahan yang digunakan masing-masing satu hektar untuk satu turbinnya.

Menurut Refi, setelah tahapan pengukuran kecepatan angin, studi akses dan logistik serta proses perizinan ini kami lalui, maka saatnya kini memasuki tahapan studi AMDAL sebagai dasar melangkah ke tahap konstruksi. Sedangkan hasil diskusi akan menjadi bahan masukan dalam menyusun dokumen AMDAL.

“Sebelum masuk ke tahap konstruksi, akan ada proses lelang di PT. PLN Persero yang sangat menentukan lanjut tidaknya proyek ini,” kata Refi.

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini