Curahan Hati Pasien Covid-19, Dikucilkan dan Ditelantarkan

Sebanyak 163 orang di Kabupaten Pemalang terpapar virus corona. Tak sedikit di antaranya masyarakat kecil berpenghasilan rendah. FOTO/PUSKAPIK
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Sebanyak 163 orang di Kabupaten Pemalang terpapar virus corona. Tak sedikit di antaranya masyarakat kecil berpenghasilan rendah.

Salah satunya Dicky Adi Prakoso (23), warga Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman. Dia pun menceritakan bagaimana awalnya terpapar Covid-19.

Dihubungi Puskapik.com, Selasa, 11 Agustus 2020, Dicky mengaku baru selesai mandi karena harus berangkat ke puskesmas untuk melakukan swab test ulang setelah dirinya terdaftar pada nama yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 8 Agustus lalu.

Dicky bercerita pada 27 Juli 2020, ia diperintahkan ikut tes swab di halaman DPRD Pemalang sekitar pukul 09.00 WIB. Dicky merupakan pegawai honorer di lingkungan Sekretariat Dewan sebagai tukang bersih bersih halaman dan gedung DPRD Pemalang.

Meski tak pernah melakukan kontak fisik dengan pasien Covid-19 dan fisiknya tak ada gejala klinis, Dicky terpaksa ikut swab test karena itu bagian dari perintah pimpinan. Pada 8 Agustus 2020 Dicky menerima surat dari kelurahan berisi surat pemberitahuan dari Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Tengah bahwa dirinya positif Covid-19.

Di hari yang sama, istri tercinta yang tengah mengandung anak pertama sudah mulai terasa akan melahirkan. Namun karena harus menjalani isolasi, Dicky terpaksa tidak menemani istrinya di sebuah rumah bersalin yang tidak jauh dari rumahnya.

Tidak berhenti di situ, Dicky belum sempat melihat istri dan bayi mungilnya meski sudah dibawa pulang ke rumah. Tetangga dan sahabat takut menengok bayi. Bahkan, dukun beranak menolak membantu memandikan bayi karena takut tertular Covid-19.

“Bayi itu tak berdosa kenapa harus kena imbasnya. Saya harus minta tolong sama siapa agar kami diperhatikan, sementara pihak desa dan pemerintah kabupaten seolah-olah tidak peduli nasib kami yang sudah divonis corona. Tetangga, teman jadi takut seperti melihat hantu,” kata Dicky sambil meneteskan air mata.

Dicky berharap, swab ulang yang dijalani hasilnya negatif, sehingga ia bisa memulihkan fisik dan bisa berkumpul kembali keluarga tercinta dan beraktivitas seperti sedia kala.

Penulis: Dedi Muhsoni
Editor: Faisal M

Iklan

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan