Tumbuhkan Ekonomi, UMKM Center Pekalongan Diresmikan

0
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka secara resmi Gedung UMKM Center 'Jampi Rogo' dan Rumah Kreatif BUMN BRI yang berada di Desa Madukaran, Kecamatan Wonopringgo, Kamis pagi, 16 Juli 2020. FOTO/PUSKAPIK/SURYO SUKARNO

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemkab Pekalongan sedang berusaha menumbuhkan secara massif pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah pandemi Covid-19. Titik-titik pertumbuhan ekonomi itu nantinya menjadi daya pantik atau trigger dari pertumbuhan ekonomi secara regional Jawa Tengah.

“Kalau melihat tren pertumbuhan nasional, yang saat ini mengkhawatirkan, perlu upaya, cara ikhtiar lahir batin untuk memunculkan kreasi baru di tengah pandemi seperti ini,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka secara resmi Gedung UMKM Center ‘Jampi Rogo’ dan Rumah Kreatif BUMN BRI yang berada di Desa Madukaran, Kecamatan Wonopringgo, Kamis pagi, 16 Juli 2020.

Turut hadir dalam acara peresmian gedung antara lain Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Ketua Dekranasda, para kepala OPD se-Kabupaten Pekalongan, para asisten, staf ahli, camat, pimpinan cabang BRI Pekalongan, ketua Dekopinda, para pelaku UMKM, dan koperasi serta tamu undangan lainnya.

Pemkab Pekalongan, kata Asip, akan mengembangkan pola-pola pemberdayaan IKM dan UKM, sehingga mampu mendorong untuk bertransformasi, menggali potensi dan menciptakan berbagai peluang baru. “Selanjutnya, tagline ‘Bangga Buatan Indonesia, Semua Ada di Sini’ diharapkan menjadi tagline yang harus disosialisasikan dan juga bisa dipertanggungjawabkan oleh semua pihak yang terkait,” katanya.

Menurut Bupati, di tengah suasana pandemi Covid-19, ikhtiar untuk menguatkan ekonomi menjadi tugas yang tak kalah penting, selain juga menjaga kesehatan. “Di aspek kesehatan, hari ini perkembangannya agak mengkhawatirkan, grafiknya naik. Kita ikhtiar untuk melandaikan grafik ini,” kata bupati mengawali sambutannya.

Penanganan kuratif, preventif, dan promotif di aspek kesehatan dibarengi dengan menggeliatnya/melakukan kerja keras pemberdayaan di bidang ekonomi, seperti yang dilakukan saat ini. “Kalau ini bisa jalan bersama, insyaAllah kondisi makro perekonomian Kabupaten Pekalongan akan berjalan dengan baik karena kita akan jaga betul pendapatan. Sumber-sumber pendapatan baru harus kita eksplore sebagai kekuatan di tengah pandemi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini mengungkapkan, Gedung UMKM Centre mulai dibangun sejak 2018 dengan total anggaran Rp7.292.594.000. Namun demikian masih perlu penyempurnaan antara lain papan nama di sebelah jalan, selasar penghubung antarblok, pagar taman maupun lampu penerangan. Bangunan fisik UMKM Center tersebut luas lahannya 4.000 meter persegi, luas bangunan 1.850 meter persegi. Terdiri 3 blok, yaitu gedung A, B dan C.

Gedung A dan C dipergunakan untuk pusat promosi transaksi bisnis produk unggulan. Diutamakan untuk menampung segala inovasi, kreasi, dan talenta UMKM Kabupaten Pekalongan yang layak dijadikan keunggulan kompetitif seperti klaster batik, jeans, fashion, pertanian, kopi, kuliner, herbal, ikan hias, wedding organizer dan sebagainya.

“Yang tidak kalah penting adalah adanya klaster start up IT yang beranggotakan creator video digital, youtuber, programmer, desainer dan ilustrator musik,” ujar Hurip.

Konsep klaster komunitas dimaksudkan untuk optimalisasi penggunaan ruang/kios bagi kurang lebih 44.000 pelaku UMKM yang ada. Keanggotaan klaster masih terbuka bagi UMKM yang ingin bergabung.

Kehadiran RKB Rumah kreatif BUMN adalah dalam rangka mengoptimalkan kolaborasi pentahelic melalui digital ekonomi ekosistem bagi pelaku UMKM. Dalam kesempatan itu juga akan dilaksanakan pelatihan UMKM bermitra dengan PT Sumber Alfaria Trijaya TBk.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini