Open post

Tidak Ada UN, Kelulusan Siswa SD-SMP Ditentukan Nilai 5 Semester Terakhir

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Peniadaan Ujian Nasional (UN) di tengah pandemi Covid 19, berdampak pada syarat kelulusan untuk SD, SMP/Mts/sederajat Tahun 2020. Dengan tidak adanya UN saat ini, kelulusan siswa-siswi SD dan SMP/sederajat  berdasarkan nilai rapot  5 semester terakhir.

Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemalang, Kisdono, Senin 6 April 2020, menyatakan, syarat kelulusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Pemalang,  diambil dari nilai 5 semester terakhir sebagai pengganti UN yang ditiadakan.

Kisdono menambahkan, untuk Penerimaan Prserta Didik Baru (PPDB), saat ini ditekankan pada sistem zonasi selain afirmasi (siswa tidak mampu) dan prestasi. Sistem zonasi saat ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya, karena menggunakan wilayah sebagai dasar penerimaan siswa di sekolah yang dituju.

Tahun ini sistem zonasi bukan lagi wilayah tetapi menggunakan kordinat. Yang artinya perhitungan jarak terdekat dari rumah ke sekolah yang dituju. Semakin dekat jaraknya peluang diterimanya siswa-siswi mendaftar di sekolah yang dituju lebih besar.

“Dengan sistem zonasi kordinat akan sangat menguntungkan karena peluang masuk ke sekolah yang dituju jadi lebih besar berdasarkan jarak rumah ke sekolah,” ujarnya.

Sedangkan untuk Sekolah Dasar (SD) berdasarkan Permendikbud 43/2019 memang sudah tidak ada Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di 2020. Sedangkan syarat kelulusan diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Kepala Seksi SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemalang, Yuniasih, mengungkapkan, untuk PPDB SD ke jenjang SMP juga diberlakukan sistem zonasi, sama seperti tahun sebelumnya. “Nilai ujian sekolah yang tinggi akan menjadi pertimbangan sebagai prestasi tetapi hanya beberapa persen saja, yang diprioritaskan tetap zonasi,” ujarnya.

Penulis :Baktiawan Candheki
Editor :Amin Nurrokhman

Open post

Sudah Saatnya Pemalang Punya Gedung Kesenian

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Banyak sekali potensi kesenian tradisional dan kontemporer yang bisa dipentaskan dan digali di Pemalang. Namun demikian, sejauh ini belum terakomodasi maksimal oleh Dewan Kesenian Pemalang (DKP). Belum adanya gedung kesenian yang memadai di Pemalang, menjadi kendala.

Itu dikatakan Ketua DKP, Andi Rustono, saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi puskapik.com, Amin Nurrokhman, di dapur redaksi puskapik.com, Rabu siang (11/3/2020). “Sudah lama pelaku dan publik kesenian Pemalang menginginkan adanya gedung kesenian, seperti di kabupaten dan kota lain. Jika ada gedung kesenian, akan banyak even kesenian yang bisa dinikmati masyarakat. Meskipun begitu, kita tetap jalan,” kata Andi.

Menurut Andi, selama ini aktivitas DKP dalam berkesenian dilakukan di Taman Patih Sampun, di Jalan Gatot Subroto, sebelah SMA N 1 Pemalang. “Kami memfasilitasi gelaran musik keroncong, ada dangdut juga di situ. DKP memfasilitasi perizinan dan lainnya. Semuanya gratis, mekipun sama sekali DKP belum dapat anggaran dari Pemkab. Ya ada lah, teman-teman yang peduli kesenian yang membantu,” ujar Andi.

Andi menyebut, tidak seperti di daerah lain, DKP tidak pernah ribut soal anggaran. “Dalam lima tahun, pada 2013, memang DKP pernah mendapatkan anggaran Rp 100 juta. Itu bulan September, tapi Oktober kami sudah diperiksa BPKP hahaha…padahal DKP tidak minta anggaran. Jadi, ini subyektif sih, saya seperti dijebak,” ujar Andi.

Padahal, lanjut Andi, di DKP ada komite tari, sastra, teater, dan komite seni tradisional.”Tapi sekali lagi, meskipun tanpa anggaran, DKP tetap jalan. Yang kami minta, setidaknya dinas terkait tidak terkesan meniadakan DKP. Di daerah lain, sudah bahkan sudah ada penghargaan untuk pelaku kesenian dan pelestari budaya lokal. Gembar-gembor melestarikan budaya dan seni tradisional, tanpa dukungan kongkret ya buat apa,” ujar Andi lagi.

Andi mengakui, dirinya sempat bergembira saat ada rencana Pemkab Pemalang, akan membangun taman budaya di atas tanah seluas 1 hektare, di Pagaran, Kecamatan Pemalang. Tetapi tanah yang sudah diuruk dan dipadatkan itu , sejauh ini belum ada tidak lanjut, kapan pembangunan taman budaya itu direalisasikan. “Prinsipnya begini, kalau Pemkab sudah berupaya membangun gedung kesenian, itu berarti Pemkab telah hadir untuk problem dan pengembangan kesenian di Pemalang,” pungkas Andi.

Penulis : Ervin Avriwinanda
Editor : Amin Nurrokhman

Open post

Pagi Ini Pemalang Lumpuh, Sekolah Diliburkan

PEMALANG (PUSKAPIK)-Hujan deras yang mengguyur wilayah Pemalang tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi sejumlah gedung-gedung sekolah. Dampaknya, aktivitas belajar belajar mengajar terpaksa diliburkan akibat air menggenangi ruang kelas.

Dari pantauan Puskapik, hujan deras yang mengguyur Pemalang sejak Senin (24/2/2020) dinihari hingga pagi, menyebabkan sejumlah titik terendam. Banjir juga merendam pemukiman warga, kantor pemerintahan, sekolah, hingga area umum lainnya.

Sejumlah jalan protokol juga tidak luput dari rendaman banjir yang ketinggiannya bervariasi, mulai mata kaki hingga setinggi paha orang dewasa. Akibatnya, jalan macet karena kendaraan terpaksa melaju pelan, bahkan tidak jarang kendaraan mogok, baik roda dua maupun roda empat.

Masyarakat pun ramai-ramai mengunggah foto dan video banjir di laman sosial media hingga status WhatApps mereka.

Sementara itu, sejumlah sekolah yang terendam banjir bahkan para siswanya terpaksa diliburkan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, Mualif, kepada Puskapik melalui ponselnya.

“Sebagian sekolah kami liburkan untuk sementara waktu. Kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah itu, karena kelasnya tidak bisa digunakan untuk belajar akibat tergenang air,” kata Mualif.

Ia menjelaskan lokasi sejumlah sekolah yang tergenang memang termasuk di daerah yang rawan banjir, terutama di wilayah Kecamatan Ulujami. “Untuk sekolah mana saja yang dliburkan, sedang dilakukan pendataan. Dari laporan sementara, banjir belum sampai merusak bangunan gedung sekolah,” papar Mualif.

Banjir akibat hujan deras dan luapan sejumlah sungai kali ini melumpuhkan Kota Ikhlas. Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah di pantura Jawa Tengah yang rawan banjir. Selain Pemalang, kabupaten dan kota lain yang juga rawan banjir ialah Batang, Pekalongan, Tegal dan Brebes. (KN)

Open post

Kebanjiran, 8 Sekolah di Ulujami Diliburkan

PEMALANG (PUSKAPIK)-Sebanyak 8 (delapan) sekolah yang berada di Kecamatan Ulujami, Pemalang, saat ini dilaporkan teredam banjir. Kondisi ini mengekibatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lumpuh dan siswa terpaksa diliburkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, Mualif kepada Puskapik, Kamis (20/2/2020) siang, mengatakan, banjir menyisakan duka dan juga kerugian. Aktivitas ekonomi bahkan kegiatan belajar mengajar pun terpaksa di hentikan untuk sementara waktu.

“Berdasarkan hasil laporan, tercatat ada delapan SD yang terkena dampak banjir. Yakni Desa Pesantren, Limbangan, Blendung dan Tasikrejo. Semuanya ada di wilayah Kecamatan Ulujami. Siswa terpaksa diluburkan untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Menurut catatan Mualif, sekolah-sekolah yang terendam diantaranya, SDN 01 Pesantren, SDN 03 Pesantren, SDN 05 Pesantren, SDN 02 Limbangan, SDN 02 Blendung dan SDN 01 Tasikrejo. “Tapi saat ini air sudah mulai surut,” imbuhnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah, yang juga mengalami dampak yang sama segera melaporkan sekaligus membuat rincian jika ada kerugian yang dialami. “Dari info dan data sementara banjir tidak sampai merusak fasilitas sekolah. Tapi kami tetap minta sekolah-sekolah yang berdampak bencana agar segera mengirimkan laporannya,” pintanya.

Terpisah, Kepala Badan Penangulangan Daerah (BPBD) Pemalang, Wahadi, mengungkapkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Ikhlas mengakibatkan debit air Sungai Comal meningkat tajam dan meluap. Kondisi ini membuat sejumlah desa di Kecamatan Ulujami terendam.

Sampai berita ini diturunkan, BPBD masih melakukan pendataan terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana banjir. Meski tidak menimbulkan korban, namun banjir mengakibatkan aktivitas warga lumpuh. (KN)

Open post

Kembalikan SPP SMA/SMKN di Pemalang Segera!

PEMALANG (PUSKAPIK)- Uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) siswa SMAN dan SMKN di Pemalang untuk Bulan Januari yang telanjur dibayarkan, harus segera dikembalikan. Karena sesuai instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mulai Tahun 2020 ini, selruh SMA/SMK, SLB Negeri di Jateng gratis uang SPP.

Instruksi ini disampaiakkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, ketika dihubungi Puskapik, Jumat (10/1/2020). “Saya sudah instruksikan semua kepala SMAN/SMKN di Pemalang untuk segera kembalikan uang SPP Januari yang sudah dibayarkan. Termasuk siswa yang telanjur bayar SPP sampai Juni 2020, harus dikemballikan utuh,” katanya.

Menurut Sadimin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala SMA/SMK/SLB Negeri di Pemalang, untuk mengirimkan surat edaran kepada semua wali murid tentang keputusan Pemprov Jateng menggratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri itu.
Sadimin menambahkan, pihaknya akan benar-benar mengawasi pelaksanaan ketentuan Pemprov menggratiskan SPP itu. “Jika ditemukan praktek penyimpangan, kita tidak segan-segan menindak sesuai regulasi,” ujar Sadimin (KN)

Scroll to top