Sekolah Tatap Muka di Pemalang, Tunggu Situasi Kondusif

ILUSTRASI/PUSKAPIK/CANDRA SUCIAWAN
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, mengedarkan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 28 tahun 2020 tentang pelaksanaan new normal. Namun karena kondisi Pemalang masih zona kuning, dipastikan proses belajar mengajar tatap muka akan ditunda hinga situasi membaik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang, Mualif, menjelaskan, jika Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Pemalang, mengizinkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah, nantinya Dindikbud akan menyiapkan satuan pendidikan dengan segala sesuatunya, termasuk sarana prasarana.

“Kita mempersiapkan satuan pendidikan dengan segala sesuatunya termasuk sarana prasarana,” ungkap Mualif .

Sebagaimana informasi Kemendikbud, kata Mualaif, nantinya ada 3 tahapan proses masuknya peserta didik jika izinkan KBM secara tatap muka.

Pertama pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang kedua Sekolah Dasar (SD), dan yang ketiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kemungkinan yang masuk dulu adalah jajaran setingkat SMP dan SMA dengan protokol yang cukup ketat yang harus disiapkan oleh satuan pendidikan, kemudian tahapan selanjutnya satuan pendidikan SD, dan informasinya berjarak 2 bulan setelah SMP, dan dilanjutkan satuan pendidikan setingkat PAUD,” ujar Mualif.

Mualif memastikan, keputusan dimulainya tahun ajaran baru sudah dipastikan tanggal 13 Juli 2020. Dindikbud Pemalang berpesan kepada seluruh orang tua atau wali peserta didik untuk melakukan pendampingan dalam proses pembelajaran secara daring (online).

“Keterlibatan orang tua, itu hukumnya wajib, kalau pembelajaran jarak jauh tanpa melibatkan orang tua itu tidak mungkin berjalan dengan baik, anak jangan dibiarkan sendiri mengikuti daring,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Komisi X DPR RI mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama.

Keputusan itu mencatat, peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen.

sementara di Jawa Tengah, dari total 35 kabupaten dan kota terdapat 2 kabupaten yang masuk pada zona hijau, 3 kabupaten masih zona merah dan sisanya sudah masuk zona kuning termasuk Kabupaten Pemalang

Penulis : Dedi Muhsoni
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan